Mafari Tertipu Rp 6 Juta Saat Melamar Kerja via Online
"Saya tidak pernah terfikir itu penipuan, yang ada dalam benak saya hanyalah mendapat pekerjaan. Makanya saya sejak awal tidak pernah mengkonfirmasi,"
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Mafari Afrizal (25) hanya bisa termenung setelah menyetorkan uang senilai Rp 6 juta lebih ke rekening orang lain. Harapannya menjadi karyawan perusahaan gas negara (PGN) pun menguap bersama uang tersebut.
Kenyataan itu harus ia terima setelah mengetahui ia telah menjadi korban penipuan dengan modus penerimaan karyawan lewat sistem online.
Mudahnya Mafari menjadi korban penipuan itu, memang tidak terlepas dari kelalaiannya mengkonfirmasi langsung ke pihak penyedia lowongan pekerjaan. Hanya berdasar website yang didapatkan dari hasil browsing, Mafari dengan gampang mengikuti segala perintah yang diberikan kepadanya.
"Saya tidak pernah terfikir itu penipuan, yang ada dalam benak saya, hanyalah mendapat pekerjaan. Makanya saya sejak awal tidak pernah mengkonfirmasi untuk mendapat kepastian soal lowongan pekerjaan tersebut," paparnya.
Mafari memang sempat curiga saat ia kembali harus menstranfer sejumlah uang dengan alasan validasi data. Namun, kecurigaan itu dimentahkan oleh harapan menjadi karyawan. "Padahal uang yang saya transferkan itu, hasil pinjaman orangtua. Tapi nyatanya semua hanya penipuan. Jadi mau tak mau saya hanya bisa pasrah. Demikian juga orangtua saya," terangnya.
Pada tranfer kedua itulah, Mafari baru berusaha melakukan konfirmasi langsung ke pihak PGN di wilayah Medan. Hasil komunikasi, dipastikan Mafari menjadi korban penipuan. Pasalnya, pihak PGN tidak membuka lowongan pekerjaan dalam waktu dekat ini.
"Setelah dilakukan pengecekan, dan mendapatkan nomor telpon pihak PGN, barulah saya sadar itu semua penipuan. Tak ada yang bisa saya lakukan. Hanya melaporkan saja ke polisi. Meski nomor penipu itu aktif, tapi tidak pernah adalagi konfirmasi lanjutan," keluhnya.
Terkait dengan peristiwa dialaminya, Mafari menganggapnya sebagai pengalaman yang sangat berharga. Sejak kejadian itu, menurutnya, ia tidak akan pernah lagi percaya lowongan pekerjaan yang ditawarkan dengan memakai nama perusahaan besar.
"Kecuali jika saya sudah pastikan langsung ke perusahaan tersebut. Ini pengalaman bagi saya," tukasnya. (Tribun Pekanbaru Cetak)
Bagaimanakah kronologis kasus penipuan yang menimpa Mafari? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi HARI INI. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com.
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/penipuan-via-online_20150501_094353.jpg)