Nilai UN Jeblok, Guru Matematika dan Bahasa Inggris SMK Akan Dievaluasi
Disdik Kota Pekanbaru berjanji akan mengevaluasi guru yang mengajar dua bidang studi, yakni matematika dan bahasa ingris di SMK yang ada di Pekanbaru
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Muhammad Ridho
Laporan : Syaiful Misgiono
TRIBUNPEKANBARU. COM - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Zulfadil berjanji akan mengevaluasi guru yang mengajar dua bidang studi, yakni matematika dan bahasa ingris di SMK yang ada di Pekanbaru. Evaluasi yang akan dilakukan Disdik ini bermula akibat jebloknya nilai dua mata pelajaran tersebut pada UN tahun ini.
"Ini menjadi tanda tanya besar dan ini harus mendapat perhatian serius. Makanya kami akan melakukan koreksi dan evaluasi guru-guru SMK yang mengajar dua mata pelajaran ini (matematikan dan bahasa inggris),"Zulfadil.
Evaluasi terhadap tenaga pengajar matematikan dan bahasa inggris yang mengajar di SMK tersebut, diharapan dapat mengdongkrak nilai UN tahun depan, khususnya untuk dua mata pelajaran tersebut. Selain itu, juga untuk mengetahui dimana kelamahan dan apa yang harus diperbaiki.
Dari data yang dikeluarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Riau, berdasarkan jumlah nilai Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2014/2015, SMK di Kota Pekanbaru berada di peringkat 4 dibawah Rohul, Inhil dan Siak. Meski secara peringkat terjadi kenaikan dari peringkat 6 menjadi peringkat 4, namun dari jumlah nilai rata-rata terjadi penurunan. Dari 4 mata ujian yang di ikuti ada 2 mata ujian perolehan nilainya di bawah rata-rata. Untuk mata pelajaran Matematika nilai rata-ratanya hanya 45,68 dan Bahasa Inggris hanya 56,20.
"Jika data ini memang betul, saya mempertanyakan kenapa ini terjadi, dan ini menjadi catatan yang harus mendapat perhatian yang serius bagi sekolah, khususnya untuk guru matematikan dan bahasa inggris. Kalau ada kelemahan saya akan melakukan koreksi total, karena harus ada pertanggung jawaban secara moril disini. Kita akan pelajari seperti apa gurunya dan bagaimana kompetensinya, apakah PNS, GTT (Guru Tidak Tetap) atau GB (Guru Bantu), "papar Zulfadil.