AS dukung ASEAN atasi migran Rohingya
Pemerintah AS terus mendukung negara-negara di kawasan ASEAN untuk mengatasi migrasi gelap
TRIBUNPEKANBARU.COM - Pemerintah AS terus mendukung negara-negara di kawasan ASEAN untuk mengatasi migrasi gelap, seperti disampaikan dalam kunjungan salah satu asisten Menteri Luar Negeri AS ke lokasi pengungsian di Aceh Utara, sementara pemerintah Aceh meminta dunia internasional terus membantu selama pengungsi masih berada di wilayah mereka.
Kesiapan pemerintah AS untuk terus mendukung negara-negara di kawasan ASEAN untuk mengatasi imigran gelap tersebut termasuk dana untuk kebutuhan sekitar 4.000 para pengungsi yang sekarang berada di Indonesia, Malaysia, Thailand dan Myanmar.
Seperti disampaikan oleh Anne Richards, Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk urusan populasi, pengungsi dan migrasi, dalam kunjungan ke lokasi pengungsian Kuala Cangkoy, Aceh Utara Selasa (02/06).
"Amerika Serikat mendukung upaya pemimpin kawasan dalam mengatasi tantangan migrasi gelap. Amerika Serikat melanjutkan konsultasi dengan pemerintahan di kawasan terkait kebutuhan mereka. Amerika Serikat membantu mereka dalam memberikan bantuan kemanusiaan bagi migran yang dalam keadaan rentan di kawasan," jelas Anne Richards.
Sekitar 300 pengungsi Rohingya menempati lokasi pengungsian di Tempat Pelelangan Ikan Kuala Cangkoy sejak pertengahan Mei lalu. Total jumlah pengungsi dan pencari suaka dari Rohingya Myanmar dan Bangladesh yang diselamatkan nelayan Aceh sekitar 1.800 orang dan ditempatkan di beberapa lokasi.
Aceh harapkan bantuan internasional
Dalam pertemuan di Putra Jaya Malaysia, Indonesia dan Malaysia sepakat menampung pengungsi Rohingya asal Myanmar selama satu tahun, sementara Bangladesh telah menyatakan akan memulangkan warga negara mereka.
Pemerintah Aceh mengharapkan komunitas international termasuk AS terus mengucurkan bantuan bagi pengungsi Rohingya selama mereka berada di Aceh, seperti disampaikan salah satu Juru bicara Pemerintah Aceh Saifullah Abulgani.
"Justru dibutuhkan perhatian semua pihak karena ini kan persoalan kemanusiaan karena pemerintah Aceh sendiri punya keterbatasan dalam hal membelanjakan karena ini kan merujuk pada pemerintah pusat," jelas Saifullah.
Saifullah mengatakan sampai saat ini belum ada rencana untuk memindahkan lebih dari 1.000 pengungsi Rohingya ke lokasi yang lebih layak.
Para pengungsi Rohingya di Langsa menempati sebuah gudang di pelabuhan, sementara di Birem Bayeun Aceh Timur mereka menggunakan bekas pabrik kertas.
AS juga menyebutkan akan memberikan dana tambahan 3 juta dollar untuk pengungsi Rohingya di kawasan dan mengaku telah memberikan dana 109 juta dollar dalam dua tahun terakhir untuk pengungsi di dalam atau di luar Myanmar melalui IOM dan UNHCR. (BBC Indonesia)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/sejumlah-pengungsi-rohingya-berenang_20150518_200846.jpg)