Punah di Abad 17, Ini Dodo Terakhir yang Diawetkan
Penampakan dodo terakhir dilaporkan pada 1662, dan pada tahun 1680, burung itu dinyatakan resmi punah.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Banyak yang penasaran dengan rupa si burung Dodo padahal hewan itu sudah tidak ada lagi.
Penampakan dodo terakhir dilaporkan pada 1662, dan pada tahun 1680, burung itu dinyatakan resmi punah.
Karena dodo telah punah sebelum kamera diciptakan, orang hanya bisa mengandalkan lukisan dan ilustrasi untuk membayangkan seperti apa bentuk burung yang tidak bisa terbang ini.
Seperti dilansir Mental Floss, beberapa peneliti percaya penggambaran tradisional dodo hanya berdasarkan artistik, sebab kerangka sebenarnya tidak mendukung berat badan tersebut.
Bahkan, beberapa gambar awal dodo pada 1598, menunjukkan lebih kecil dan berotot.
Gambaran burung dodo berdasarkan tulang belulang
Meskipun semua informasi mengenai fisik Dodo itu berbeda, ada yang jelas sama yaitu bentuk kepalanya.
Hal itu karena Museum Sejarah Alam Oxford University masih memiliki jaringan lunak spesimen dodo yang ada di dunia.
Ketika seekor dodo mati, bangkainya diberikan pada John Tradescant Sr, seorang ahli ilmu alam.
Setelah Tradescant Sr meninggal di tahun 1662, koleksi itu diberikan pada temannya, Elias AShmole yang meletakkannya di Ashmolean Museum di Oxford.
Sayang, mumi dodo itu tak begitu dirawat. Pada 1755, pihak museum menemukan mumi dodo dihinggapi tungau dan hama lain.
Akibatnya badan dodo hancur dan hanya menyisakan kepala dan satu kaki.
Sisa tubuh ini dijadikan penelitian ilmuwan.
Peneliti menemukan kerabat dekat dodo adalah merpati Nicobar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/spesimen-jaringan-lunak-kepala-dodo_20150603_120029.jpg)