Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pengadilan Mesir Hukum Mati 11 Perusuh Sepak Bola

Dalam insiden yang sering disebut sebagai 'Pembunuhan di Stadion Port Said' itu terjadi perkelahian antara pendukung dua kubu

Editor: Muhammad Ridho
EPA/BBC
Kerusuhan di kota Port Said, Mesir merupakan insiden terburuk dalam sejarah sepak bola negeri itu karena menewaskan lebih dari 70 orang dan mencederai 1.000 orang lainnya. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAIRO - Sebuah pengadilan di Mesir, Selasa (9/6/2015), menjatuhkan hukuman mati untuk 11 orang yang terbukti terlibat dalam kekerasan sepak bola tiga tahun lalu. Dalam kerusuhan itu lebih dari 70 orang tewas.

Dalam insiden yang sering disebut sebagai 'Pembunuhan di Stadion Port Said' itu terjadi perkelahian antara pendukung dua kubu Klub sepak bola yang berseteru yaitu klub asal kota Port Said Al-Masry dan klub asal Kairo, Al-Ahly.

Sebagian besar korban tewas karena terinjak-injak ketika penonton berlarian menyelamatkan diri setelah pendukung Al-Masry menyerbu ke lapangan. Sekitar 1.000 orang lainnya cedera dalam insiden pada 2012 tersebut.

Sejumlah petugas polisi juga diadili, termasuk mantan pimpinan keamanan Port Said yang dijatuhi hukuman lima tahun penjara, namun tidak ada yang diganjar hukuman mati.

Polisi dituduh membiarkan para pendukung al-Masry menyerang pendukung al-Ahly, yang sebelumnya dikenal aktif dalam upaya menggulingkan Presiden Husni Mubarak. Saat itu Presien Mohammed Morsi sampai menyatakan keadaan darurat di Port Said, yang merupakan kekerasan sepak bola terburuk di Mesir.

Vonis dijatuhkan dalam sidang ulangan setelah pengadilan sebelumnya menjatuhkan hukuman mati atas 21 orang namun banyak yang berpendapat keputusan itu bernuansa politis. Meski telah divonis para terpidana masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding atas keputusan pengadilan ini. (BBC Indonesia)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved