Ngurus Surat Keterangan Domisili, Jesi Mesti Bayar Rp 50 Ribu
Jesi Tampubolon yang berusia sekitar 40 an itu tengah sibuk mengantri di Kantor Lurah Gajah Sakti Kota Duri, Mandau
Penulis: Syahrul | Editor: Muhammad Ridho
TRIBUNPEKANBARU.COM, DURI - Jesi Tampubolon yang berusia sekitar 40 an itu tengah sibuk mengantri di Kantor Lurah Gajah Sakti Kota Duri, Mandau. Pasalnya, ia hendak mendaftarkan anaknya untuk bersekolah di SMPN 4 yang dekat dengan rumahnya itu.
Untuk mendaftar disana, ia diminta untuk membuat Surat Keterangan Domisili yang menunjukkan bahwa anaknya yang akan didaftarkan merupakan warga tempatan. Jesi pun bergegas untuk mengantri pengurusan surat dimaksud di kantor kelurahan Gajah Sakti.
Selepas mengurus surat tersebut, Jesi merasa kaget bukan kepalang. Untuk selembar surat tersebut ia dimintai tarif sebesar Rp. 50 ribu yang diserahkan melalui seorang oknum kelurahan berinisial M.
"Karena sudah diminta begitu ya saya bayar saja. Suratnya pun sudah selesai dan saya perlu cepat untuk mendaftarkan anak saya sekolah," katanya kepada Tribun, Senin (29/6).
Disebutkannya, permintaan tarif untuk menebus surat yang tengah ia urus tersebut diakuinya memang terlalu besar. Bahkan, setahu dirinya untuk pengurusan serupa seharusnya tak dikenakan biaya apapun, terlebih jika tak menggunakan kwitansi sebagai bukti penyetoran.
"Saya tak dikasih pertinggal apapun pada saat mengurusnya pada Jumat (26/6) lalu. Rame sekali warga yang mengurus surat itu disana. Sampai menumpuk," jelas Jesi. (mad)