Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Bea Cukai Tembilahan Amankan Beras dan Gula Ilegal

"Dari Patroli itu kita amankan satu unit kapal motor. Isinya kita temukan 1.500 sak beras dan 300 sak gula pasir," jelasnya.

Editor: harismanto
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN - Bidang Penindakan dan Penyidikan, (P2) Bea Cukai Tembilahan berhasil mengamankan 1.500 sak beras dan 300 sak gula pasir. Diduga kedua komoditas masuk secara ilegal ke Riau.

Kepala Bidang P2 Bea Cukai Tembilahan, Setiawan kepada Tribun, Senin (29/6/2015) melalui sambungan telepon menjelaskan, jika pengamanan keduanya dilakukan oleh tim Bea Cukai Kanwil Riau yang berpatroli pada Minggu (28/6/2015) malam.

"Dari Patroli itu kita amankan satu unit kapal motor. Isinya kita temukan 1.500 sak beras dan 300 sak gula pasir," jelasnya.

Jumlah tersebut menurutnya sampai Senin malam masih data sementara, karena masih dilakukan penghitungan.

"Infonya masih sementara, karena semua wewenang Bea Cukai Pekanbaru (Kanwil,red)," ungkapnya.

Setiawan juga menjelaskan, kapal tersebut berasal dari Tanjung Balai Karimun. Ia menolak jika kapal itu disebut berasal dari luar negeri dan hendak menyelundupkan barang kebutuhan pokok.

"Kapal antarpulau muat beras dari Tanjung Balai Karimun," katanya.

Saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah awak kapal dan kapten kapal. Sayangnya sambungan telepon Tribun ke Setiawan sering mengalami gangguan, beberapa kali komunikasi terputus karena gangguan sinyal seluler.

"Mereka mengamankan terlebih dulu sambil memeriksa ABK. Perkembangan berikutnya dilaporkan ke Kanwil," sebutnya. (Tribun Pekanbaru Cetak)

Apa penjelasan Kanwil Bea Cukai Pekanbaru terhadap tangkapan gula dan beras ilegal ini? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi HARI INI. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com.

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved