Dua Pelaku Jambret Ini Masih Berusia Belasan Tahun
Pelaku semakin kuat menarik sepeda motor hingga korban tersungkur. "Pelaku kemudian kabur setelah melihat saya terjatuh," ujar Era.
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dengan wajah penuh luka, Era Nofriza (40) mendatangi Mapolsek Bukit Raya, Senin (29/6/2015).
Warga Jalan Harapan Baru, RT 02 / RW 02, Kelurahan Tangkerang Labuai, Bukit Raya ini baru bisa memenuhi panggil polisi untuk diminta keterangan perihal jambret yang dialaminya, Jumat (26/6/2015) lalu.
Melihat wajah Era yang masih tampak berperban, jelas sekali jika kejadian yang dialaminya itu cukup membuatnya trauma. Apalagi ia harus menjalani perawatan setelah tersungkur karena berusaha mempertahankan barang berharga miliknya.
"Korban baru bisa dimintai keterangan pada hari ini. Korban harus dirawat karena luka yang dialaminya," ujar Kapolsek Bukit Raya Kompol Khaidir Bochi melalui Kanit Reskrim Ipda Bahari Abdi.
Dalam kondisi masih menahan sakit, Era kemudian berupaya memberikan keterangan. Menceritakan perihal kejadian yang dialaminya kepada polisi. Penyidik pun berupaya mendengarkan penjelasan Era yang dengan lugas menceritakan peristiwa tersebut.
Dikatakannya, Jumat sore sekitar pukul 15.30 WIB, ia melintas di depan rumah makan Puti Buana, Kelurahan Maharatu. Sesaat, ia merasa ada dua orang lelaki yang mengikutinya. Kemudian, keduanya yang masing-masing menggunakan sepeda motor, memepetnya pada kedua sisi.
Mendapati ia dipepet oleh orang tak dikenal, Era kemudian berusaha menghindar. Namun, pelaku dengan cepat merampas tas yang dipegangnya. Tas berisi telepon genggam dan dokumen tersebut lepas.
Namun, salah seorang pelaku, justru berusaha merampas sepeda motor milik Era. Setelah menghentikan laju sepeda motor, salah seorang pelaku kemudian menarik sepeda motor Era. "Saat itu saya berusaha mempertahankan sepeda motor. Tapi orang tersebut terus menarik," ujarnya di hadapan penyidik.
Pelaku tampaknya tidak mau mengalah. Ia terus berusaha menarik sepeda motor korbannya. Korban juga tidak mau mengalah. Pelaku semakin kuat menarik sepeda motor hingga korban tersungkur. "Pelaku kemudian kabur setelah melihat saya terjatuh," ujar Era.
Masih menurut keterangan Era, kedua pelaku kemudian kabur dan ia sempat berteriak. Warga yang mendengar teriakan minta tolong itulah yang kemudian menjadikan warga berupaya membantu
Usaha warga tidak sia-sia, kedua pelaku berhasil diringkus, masih di lokasi kejadian. Keduanya sempat mendapatkan pukulan sebelum akhirnya diserahkan ke polisi. Sedangkan korban, Era dibawa warga untuk diberikan pertolongan medis.
Kedua pelaku yang ditangkap, ternyata masih tergolong muda. Keduanya, AR (16) warga Tampan serta GZ (17) warga Payung Sekaki. Keduanya juga sudah putus sekolah.
Ditambahkan Abdi, keduanya sudah putus sekolah. Pihaknya, untuk melakukan pemeriksaan, akan meminta pendampingan orangtua. Hal itu dilakukan untuk menjaga psikologis anak saat berhadapan dalam pemeriksaan polisi. "Pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan orang tua. Kita harap, hal itu juga menjadi pelajaran dari orang tua pelaku," ujar Abdi. (Tribun Pekanbaru Cetak)
Dimana sajakah dua remaja ini melakukan aksi jambret? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi HARI INI. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com.
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-jambret-1_20150412_143357.jpg)