Kamis, 9 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

AMRBK Minta Usut Kasus Korupsi di Pemko Pekanbaru dan DPRD Riau

Aliansi Mahasiswa Riau Berantas Korupsi (AMRBK) melakukan aksi demo di kantor DPRD Riau, Kamis (2/6)

Penulis: Alex | Editor: Muhammad Ridho
Aliansi Mahasiswa Riau Berantas Korupsi (AMRBK) melakukan aksi demo di kantor DPRD Riau, Kamis (2/6/2015) 

Laporan Wartawan tribunpekanbaru.com: Alee Kitonanma

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Aliansi Mahasiswa Riau Berantas Korupsi (AMRBK) melakukan aksi demo di kantor DPRD Riau, Kamis (2/6). Dalam tuntutannya, pendemo yang berjumlah sekitar 10 orang tersebut meminta untuk pengusutan sejumlah kasus korupsi di Riau, termasuk yang melibatkan anggota dewan di DPRD Riau yang sudah menjadi tersangka.

AMRBK juga meminta, aperatur penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dana bansos di lingkungan Pemko Pekanbaru, atas kasus yang diduga merugikan negara sebesar Rp 11 miliar lebih.

Selain itu, juga dugaan mark up ganti rugi pembebasan lahan perkantoran walikota Pekanbaru yang baru, kini anggaran kas daerah telah mengeluarkan dana sebesar Rp 400 miliar, dan disinyalir dana tersebut dalam dugaan sementara telah dikorupsi berkisar 70 persen dari total jumlah anggaran yang telah dikeluarkan.

"Mengapa korupsi masih saja terjadi di negeri ini. Apa para pejabat tidak bosan dengan kehadiran kami berdemo tiap sebentar di sini," ujar koordinator lapangan, Indra Gunawan.

Dalam kesempatan itu, para pendemo menuntut, agar aparat menangkap dan menghukum mafia korupsi yang telah merugikan negara. Kemudian tegakkan supermasi hukum bagi aparat penegak hukum di Provinsi Riau.

Mereka juga meminta, agar aktor intelektualitas atas dugaan korupsi di Pekanbaru dan dugaan suap kasus APBD Provinsi Riau di DPRD Riau juga segera diusut tuntas, serta kasus-kasus korupsi lainnya. Sehingga Riau tidak tercemar lagi dengan kasus korupsi.

Wakil DPRD Riau, Noviwaldy Jusman yang menyambut langsung para mahasiswa di depan kantor DPRD didampingi anggota DPRD Riau, Sugeng Pranoto terus menyaksikan para mahasiswa berorasi. Tidak lama kemudian, para mahasiswa pun berbalik arah.

Noviwaldy Jusman mengatakan, dirinya sudah menawarkan untuk berbincang dan berdiskusi ke dalam, namun para mahasiswa menolak, pihaknya pun tidak bisa memaksa para mahasiswa tersebut. "Yang pastinya aspirasi mereka kita tampung di sini," ujarnya. (*)

Teks foto: para pendemo disambut Wakil DPRD Riau, Noviwaldy Jusman dan anggota DPRD Riau, Sugeng Pranoto, Kamis (2/6)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved