Ramadhan 1436 H
Tarawih dan Pensucian Jiwa
Tarawih merupakan bentuk jamak dari kata tarwihah yang berarti istirahat.
Oleh: Jon Pamil,
Ketua Ikatan Da’i Indoneisa (IKADI) Riau
SESUNGGUHNYA shalat tarawih yang dilakukan setiap malam di bulan Ramadhan adalah shalat tahajjud atau disebut juga qiyamullail. Tarawih merupakan bentuk jamak dari kata tarwihah yang berarti istirahat. Hal itu mengacu pada cara Nabi Muhammad SAW melaksanakan shalat malam, di mana biasanya Beliau shalat dua raka’at dua raka’at lalu istirahat.
Setelah itu shalat lagi dua raka’at dua raka’at lalu istirahat, kemudian witir dan istirahat lagi menjelang masuknya waktu shubuh. Sedangkan dinamankan qiyamullail dikarenakan panjang atau lamanya tegaknya.
Penamaan shalat malam dengan tarawih atau qiyamullail tersebut menunjukkan bahwa secara kuantitas shalat malam tersebut memakan waktu yang relatif lama. Sedangkan secara kualitas dapat dipedomani firman Allah dalam surat al-Muzammil ayat 6 (ibadah/shalat yang dilakukan di malam hari tersebut lebih kuat mengisi jiwa dan bacaannya lebih berkesan).
Dalam hal ini ummul mukminin ketika ditanya tentang sifat shalat malam Nabi, beliau menggambarkan dua sisi ini yaitu kuantitas dan kualitas dengan mengatakan, Jangan ditanya panjang dan bagusnya sahalat Nabi tersebut (HR. Ahmad).
Shalat malam yang berkualitas sesungguhnya menjadi penyempurna proses pembersihan hati dan pensucian jiwa di bulan Ramadan. Seseorang yang di siang hari selama Ramadan berpuasa dengan berkualitas, maka hati atau jiwanya akan terproteksi dari masuknya noktah-noktah hitam akibat maksiat yang dilakukan anggota tubuhnya.
Dan kalau di malam harinya dilengkapi dengan qiyamullail atau shalat tarawih yang berkualitas pula, maka jiwanya akan semakin kuat, baik daan bersih. Dengan demikian pada tanggal 1 syawwal nanti dia akan menjadi bersih seperti baru saja dilahirkan ibunya. (HR. Annasa’i) wallahu a’lam bishshawab. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/tarawih-perdana-2_20150617_223133.jpg)