Sony Tegaskan Kembali Tidak Akan Jual Xperia

Awal tahun 2015, CEO Sony Kazuo Hirai membuat sebuah pernyataan yang sempat menggemparkan industri smartphone.

Sony Tegaskan Kembali Tidak Akan Jual Xperia
Oik Yusuf/KOMPAS.com
CEO Sony Mobile Communications Hiroko Totoki dalam sesi wawancara dengan Kompas Tekno di Jakarta, Rabu (1/4/2015). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Awal tahun 2015, CEO Sony Kazuo Hirai membuat sebuah pernyataan yang sempat menggemparkan industri smartphone. Kala itu, ia mempertimbangkan untuk memisahkan unit smartphone dari entitas bisnis Sony. "Tidak menutup kemungkinan untuk mempertimbangkan strategi keluar," ujarnya kala itu.

Banyak yang menilai pernyataan tersebut sebagai keingian Sony untuk menjual lini bisnisnya itu. Pada perkembangannya, banyak petinggi raksasa elektronik, khususnya dari divisi mobile, yang menyanggah dugaan tersebut.

Sanggahan itu pun terus berlanjut. Beberapa hari lalu, CEO Sony Mobile Hiroki Totoki kembali mengungkapkan hal tersebut dalam sebuah wawancara dengan media Arabian Business.

"Kita sedang menuju era Internet of Things (IoT) dan harus memproduksi beberapa kategori produk baru di dunia ini, jika tidak kami bisa tertinggal di domain bisnis penting. Berdasarkan itu, kami tidak akan pernah menjual atau meninggalkan bisnis mobile saat ini," kata Totoki, seperti KompasTekno kutip dari Xperia Blog, Selasa (7/7/2015).

Pernyataan itu sejalan dengan wawancara eksklusif KompasTekno dengan Totoki beberapa bulan lalu di Jakarta. Kala itu, ia dengan tegas membantah kabar penjualan divisi Xperia. "No, we don't," katanya.

Ada dua alasan mengapa rumor pelepasan divisi mobile santer diperbincangkan. Salah satunya, kerugian besar yang dialami divisi mobile pada tahun 2014 lalu. Menurut Totoki, kerugian tersebut dapat terjadi karena Sony harus membayar saham Ericsson yang ada di perusahaan venture sebelumnya, Sony Ericsson

Meskipun begitu, sebenarnya pembayaran hutang tersebut dianggap tidak mengganggu aliran uang dari Sony, hanya dari sisi pencatatan akutansi saja.

"Saat kami membeli kembali saham Ericsscon (di 2012), kami membeli kembali 100 persennya. Tentunya, harganya sangat tinggi. Kami harus menuliskannya (secara akuntansi) dan membuat secara substansial kerugian bagi perusahaan," ujarnya.

"Tetapi ini kerugian secara akutansi dan tidak berdampak pada aliran kas kami. Aliran uang kami sangat sehat," ucapnya.

Alasan kedua, masih menurut Totoki, berasal dari penjualan divisi PC Vaio.

"Penjualan tersebut mendorong orang berpikir bahwa Sony juga akan menjual bisnis smartphone. Tetapi bisnis smartphone sangat berbeda dari PC," kata Totoki. (kompas.com)

Tags
sony
xperia
Editor: Sesri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved