Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Wapres JK Sarankan Mahasiswa Indonesia Tak Kembali ke Yaman

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyarankan mahasiswa yang pernah berkuliah di Yaman untuk tidak kembali ke negara tersebut

Editor: Muhammad Ridho
TRIBUNNEWS.COM
Wakil Presiden Jusuf Kalla 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyarankan mahasiswa yang pernah berkuliah di Yaman untuk tidak kembali ke negara tersebut selama perang masih berlangsung.

Menurut Kalla, ada baiknya juga apabila mereka mempelajari Islam di dalam negeri. Sebab, Indonesia pun memiliki pengalaman dalam membangun Islam yang moderat. Pemerintah juga berencana membangun pusat studi Islam internasional di dalam negeri.

"Peradaban Islam di Timur Tengah rusak oleh konflik, perang, bom dan kekerasan. Bandingkan dengan Indonesia yang jusru peradaban Islamnya sangat baik. Karena itu Pak JK menyampaikan bahwa Pemerintah akan membangun Universitas Islam Internasional terbesar di Indonesia," kata Juru bicara Kalla, Husain Abdullah mengutip pernyataan Wapres di Singapura, Minggu (9/8/2015).

Di Singapura, Kalla menjadi pembicara dalam acara seminar internasional yang digelar Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Kedutaan Besar RI di Singapura, hari ini. Salah satu pertanyaan yang diajukan anggota PPI berkaitan dengan nasib mahasiswa Indonesia yang terpaksa meninggalkan kuliahnya di Yaman karena perang.

Kalla pun menjawab, Pemerintah menaruh perhatian terhadap nasib para mahasiswa yang pernah belajar di Yaman tersebut. Wapres juga menyampaikan bahwa para mahasiswa yang pernah berkuliah di Yaman akan ditampung sementara di perguruan-perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia.

Bagi mereka yang memperdalam Al Quran dan hadist, Kalla menyarankan untuk pergi ke pesantren-pesantren di Jawa Timur seperti Gontor atau pesantren di Sumatera Barat.

Kepada para pelajar di Singapura yang tergabung dalam PPI, Kalla berpesan agar mereka bisa berpikir ke depan. Diperlukan inovasi serta kreativitas dari para pemuda sehingga Indonesia bisa lebih maju. "Pak JK memberi istilahnya nasionalisme ke depan," kata Husain.

Husain menyebutkan, tujuan utama Kalla terbang ke Singapura hari ini adalah menggantikan Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Singapura ke-50. Dalam kunjungannya, Kalla menyempatkan diri hadir di tengah-tengah seminar PPI.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved