Terkait Dana Nganggur Bengkalis, Samsul Dalimunte: SKPD Jangan Angkuh!
Padahal, bila mengacu ke daerah akan banyak dijumpai kebutuhan-kebutuhan pembangunan untuk dilaksanakan.
Laporan: Syahrul Ramadhan
TRIBUNPEKANBARU.COM, DURI - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis Komisi III Samsul Dalimunte mengatakan, besarnya dana menganggur di Kabupaten Bengkalis diakibatkan ketidakmampuan SKPD dalam merealisasikannya dalam bentuk proyek.
Selain itu, lambannya proses tender juga berdampak pada menumpuknya dana menganggur (Idle Money) itu di bank.
Padahal, bila mengacu ke daerah akan banyak dijumpai kebutuhan-kebutuhan pembangunan untuk dilaksanakan.
Namun sayang, lelaki yang akrab disama Samda ini menyebut, keangkuhan SKPD untuk tidak menampung aspirasi dewan di daerah menyebabkan kesulitan dalam pelaksanaan program di lapangan.
"Selama ini kan SKPD hanya mengakui program pembangunan yang berasal dari Musrenbang. Sementara usulan dewan yang diambil dari reses pada dapil masing-masing tidak ditanggapi," ungkapnya kemarin, Minggu (23/8/2015).
Ia menjelaskan, hal itu membuat penyerapan program pembangunan menjadi lamban dan tidak maksimal. Ditambah lagi, dengan adanya beberapa pembangunan yang dibuat tanpa melihat pada kebutuhan masyarakat.
Hal itu juga berdampak pada kurang maksimalnya beberapa penggunaan proyek pembangunan yang sudah dibuat oleh pemerintah.
"Misalnya saja pasar Pujasera di Mandau. Itu gimana pelaksanaannya, sekarang sudah menjadi tempat mesum daripada pasar," katanya.
"Dalam hal ini, membaca kebutuhan masyarakat seperti apa itu tidak selesai oleh SKPD. Makanya pelaksanaan program pembangunan tidak maksimal," tambah Samda.
Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi HARI INI. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com.
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-rupiah-uang-1_20150824_090742.jpg)