Duh, Bocah Ini Alergi Air, Cuaca Panas dan Dingin
Terkena air baik itu air hangat ataupun dingin akan membuatnya seluruh tubuhnya terkena ruam dan gatal.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Bagi kebanyakan anak, mandi atau bermain air menjadi waktu yang menyenangkan. Namun bagi, bocah berusia empat tahun, Harry Floyd, justru kebalikannya. Waktu mandi menjadi hal tidak menyenangkan baginya.
Terkena air baik itu air hangat ataupun dingin akan membuatnya seluruh tubuhnya terkena ruam dan gatal. Hal ini disebabkan karena ia menderita penyakit urtikaria fisik. Merupakan alergi kulit yang disebabkan oleh stimulus fisik seperti air baik itu panas atau dingin, termasuk cuaca panas atau dingin.
Seperti yang dilansir dari Daily Mail, penelitian terbaru yang diterbitkan oleh ahli immunologi menunjukkan sekitar 100.000 warga Inggris menderita karena kondisi ini. Meskipun banyak yang meremehkan diagosa penyakit ini.
Kebanyakan pasien menganggapi dengan biasa dan mengabaikan pemicunya saat mengalami ruam hingga benjolan kecil yang gatal. Banyak yang alergi terhadap cuaca, baik itu saat cuaca panas ataupun dingin, namun tidak berpikir itu yang menjadi penyebabnya.
Harry mulai mengalami ruam ini sejak ia berusia tiga bulan. Pertama kali hal ini diketahui saat Harry terbangun pukul tiga pagi sambil menjerit dengan ruam di sekujur tubuhnya.
"Kami awalnya mengira itu adalah karena alergi sampo atau sabun. Namun saat hanya memandikannya dengan menggunakan air saja, ia tetap mengalami ruam," kata Lisa sang ibu.
Lisa kemudian kaget saat menyadari cuaca juga memicu terjadi ruam pada tubuh anaknya. Ketika cuaca benar-benar dingin dalam beberapa menit ruam akan menyebar ke seluruh tubuhnya.
"Dia juga mengalami ruam saat cuaca panas. Dia akan berteriak dan mencoba menggaruknya,"tutur Lisa.
Keluarga ini kemudian membawa Harry ke dokter beberapa kali dalam setahun. Namun dokter hanya mengatakan hal itu disebabkan oleh virus. Saat Harry berusia enam bulan ia pernah didiagnosa alergi telur dan susu. Namun setelah makanan itu dihindari ruam tetap muncul.
Putus asa, Lisa dan suaminya yang tinggal di Walsall, Midlands Barat, membawa anaknya ke rumah sakit Great Ormond di London. Dokter spesialis di rumah sakit ini kemudian mendiagnosa menderita urtikuria fisik. Setelah mendapatkan perawatan kondisinya mulai membaik.
Penyebab urtikaria fisik ini masih misteri. Faktor genetik mungkin menjadi satu penyebab. Stres juga bisa menjadi pemicu karena dapat meningkatkan jumlah histamin dilepaskan ke dalam tubuh. Hormon mungkin juga berperan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/harry-alergi_20150825_190559.jpg)