Selasa, 7 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Anak 12 tahun Ini Ditemukan dengan Rantai Besi Mengikat Lehernya

Sy mengatakan ia berhasil melarikan diri setelah dirantai ke sebatang pohon oleh ayahnya

Penulis: Sesri | Editor: Sesri
Than Nien Daily
Sy dirantai oleh ayahnya sebagai hukuman karena dianggap nakal dan keras kepala 

TRIBUNPEKANBARU.COM, VIETNAM - Kepolisian Vietnam mengamankan seorang anak laki-laki yang ditemukan dengan rantai besi melingkari lehernya.

Kepala polisi Kabupaten Nghi Loc, Provinsi Nghe An, Vietnam, Pham Van Hai mengatakan ia dan beberapa warga melihat anak itu di jalan pada Jumat pekan lalu, seperti yang dilansir dari Thanh Nien Daily.

Phan Van Sy yang berusia 12 tahun ini tampak kelelahan dan ketakutan. Butuh beberapa jam hingga akhirnya ia bisa diajak berkomunikasi. Insiden ini terjadi Jumat pekan lalu.

Sy mengatakan ia berhasil melarikan diri setelah dirantai ke sebatang pohon oleh ayahnya.

Polisi kemudian memanggil ayahnya yang tinggal sekitar 6 kilometer dari tempat ditemukannya sang anak.

Phan Van Dai (68) yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini mengatakan ia harus merantai anaknya ini karena Sy anak yang nakal dan keras kepala. Karena itulah ia memilih cara itu untuk memberikan sang anak pelajaran.

Sy adalah anak keenam dari tujuh bersaudara. Ayah ini mengatakan ia membiarkan anaknya putus sekolah setelah ia mendapatkan banyak keluhan dari guru di sekolah selama bertahun-tahun.

Ini bukan kali pertama Sy dirantai. Sy sudah tiga kali dirantai oleh ayahnya. Kali ini Dai terpaksa merantai anaknya kembali setelah Sy melukai temannya dengan pisau hari sebelumnya.

Ia mengatakan anaknya ini juga pernah mencuri kerbau milik tetangga mereka. Dai tidak mengaku tidak menyadari bahwa hukuman yang ia berikan pada sang anak menyalahi aturan.

"Hatiku sebenarnya hancur, saya pikir itu adalah satu-satunya cara agar dia tidak melakukan hal-hal yang buruk," katanya.

Saat diamankan oleh polisi, Sy sudah diberi makan, mandi dan juga baju baru. Polisi tetap melanjurkan penyelidikan mereka terhadap kasus ini. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved