1 September, Flash di Chrome Diblokir Google
Setelah Facebook menyarankan Adobe untuk menghentikan atau mengganti Flash, kini Google akan memblokir iklan atau video Flash di browser-nya, Chrome
TRIBUNPEKANBARU.COM - Boikot terhadap teknologi Flash dalam browser kembali berlanjut. Setelah Facebook menyarankan Adobe untuk menghentikan atau mengganti Flash, kini Google akan memblokir iklan atau video Flash di browser-nya, Chrome.
Keputusan Google tersebut mulai berlaku pada Selasa (1/9/2015), seperti yang diungkap Google dalam postingan di halaman Google+ milik perusahaan.
Dikutip KompasTekno, Senin (31/8/2015), browser Chrome akan menahan (pause) konten, seperti iklan atau video Flash yang bukan merupakan prioritas bagi halaman web, dan membuat konten utama (seperti video) diputar tanpa interupsi.
Rencana tersebut akan dilakukan Google bersamaan dengan diluncurkannya update untuk browser Chrome pada 1 September.
"Update ini akan mengurangi konsumsi daya secara signifikan, Anda bisa browsing Internet lebih lama sebelum mencari colokan listrik." tulis Google dalam postingan blog-nya.
Bagi pengguna Chrome yang ingin agar konten Flash bisa dijalankan secara otomatis, mereka bisa mengubah setting defaultnya secara manual.
Selain meningkatkan daya tahan baterai perangkat dan performa browser, menanggalkan teknologi Flash juga diklaim Google meningkatkan keamanan.
Seperti diketahui, pada Juli lalu sebuah firma spyware menemukan bug dalam teknologi Flash yang tersembunyi selama empat tahun.
Bagi pengiklan, mereka kini harus mulai pindah dari menggunakan Flash ke HTML5. Google AdWords sendiri saat ini mengubah konten Flash yang diunggah menjadi HTML5 secara otomatis. (kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/mozilla-memblokir-plug-in-flash_20150831_122810.jpg)