Zaman Sekolah Cak Lontong Pendiam, Sekarang Kok Lucu Ya?

Dengan gaya berkomedi khas, membolak-balikkan logika, cowok kelahiran Magetan ini muncul sebagai komedian berkarakter.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Komedian Insan Nur Akbar dan Cak Lontong (kanan) tampil dalam pertunjukan Seni Lawan Korupsi, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (5/3/2015). Pertunjukan ini merupakan bentuk ekspresi dan perlawanan seniman terhadap kuasa dan tangan-tangan koruptor. KOMPAS/HERU SRI KUMORO 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Lies Hartono atau yang lebih akrab disapa Cak Lontong, sosoknya lebih dikenal sebagai seorang komika a.k.a stand up comedian.

Dengan gaya berkomedi khas, membolak-balikkan logika, cowok kelahiran Magetan ini muncul sebagai komedian berkarakter.

Tonton aja gaya bicaranya saat menjadi salah seorang panelis dalam program televisi Indonesia Lawak Klub (ILK).

Pembawaan yang serius, mimik yang seolah-olah paham dengan persoalan, tiba-tiba bikin ngakak dengan jokes cerdas verbal berlogika. Soalnya menurut Cak Lontong, menjadi komedian memang nggak boleh punya gaya sama dengan yang lain.

“Ibaratnya dalam satu grup, kalo tiap orang karakter berkomedinya sama semua, bisa habis itu. Komedi yang dibawakan nggak hidup,” celetuk Cak Lontong.

Lalu gimana cara membawakan komedi yang ‘hidup’? Beruntung lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini nyempetin waktunya, membagi ilmu untuk menjadi komedian.

Mengenyam pendidikan di SMAN 5 Surabaya, yang kental nuansa akademisnya lalu melanjutkan kuliah di Teknik Elektro ITS, kesan serius memang melekat erat pada Cak Lontong muda.

Awalnya dia justru cenderung jadi siswa yang biasa-biasa aja.

Rajin mantengin ludrukan Cak Kartolo dan Srimulat melalui siaran radio sejak SMA, penggemar batu akik ini malah baru berani tampil melawak saat ikut ludruk Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro.

“Pas SMA malah nggak pernah yang tampil-tampil gitu. Cenderung pendiam aku dulu. Yang lain pentas seni, ngelawak, tapi aku nggak pernah berani tampil. Cuma bantuin di belakang panggung aja. Pada saat aku kuliah di ITS itulah keberanian baru muncul pas gabung grup lawak Tjap Toegoe Pahlawan,” cerita Cak Lontong.

Dia ingat betul bagaimana ia pertama kali memutuskan untuk berani tampil.

“Karena memang ya waktu itu audiensnya teman-teman sendiri. Dari lingkungan himpunan jurusan saja dan tampilnya rame-rame, ya jadi aku berani,” sambungnya. (Hai-Online.com/Tribunnews).

Editor: Ariestia
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved