Selasa, 7 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Hari Batik Nasional, Momentum untuk Pelestarian Batik

Perlu upaya berkelanjutan untuk melestarikan batik.

Editor: Ariestia
KOMPAS.COM/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN
Busana koleksi Denny Wirawan, Didi Budiardjo, dan Adrian Gang pada acara Peringatan Hari Batik Nasional 2015 di Museum Tekstil, Jumat (2/10/2015). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tanggal 2 Oktober setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Sebagai bangsa Indonesia tentu patut berbangga dengan ditetapkannya batik sebagai Warisan Budaya Dunia Nonbendawi pada tahun 2009 silam. Namun, tentu bangga saja tidak cukup, namun perlu upaya berkelanjutan untuk melestarikan batik.

Peringatan Hari Batik Nasional 2015 diselenggarakan di berbagai tempat, salah satunya di Museum Tekstil, Jumat (2/10/2015) pagi. Acara ini dihadiri Menteri Perindustrian Saleh Husin, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan para penggiat batik di Tanah Air.

Dalam sambutannya, Saleh menyatakan bahwa pengukuhan batik oleh UNESCO tidak hanya merupakan sebuah kebanggaan, namun juga tantangan bagi bangsa Indonesia. Pasalnya, keberlangsungan dan kelestarian batik sebagai warisan budaya tidak lepas dari peran para pemangku kepentingan saja, namun seluruh masyarakat Indonesia pula.

"Seluruh pemangku kepentingan di batik harus melestarikan, memelihara, dan melindungi batik sebagai warisan budaya yang berkelanjutan. Upaya memelihara kepercayaan dunia bahwa batik tidak hanya milik Indonesia, namun juga milik dunia harus terus dilestarikan dalam rangka menjaga kehormatan bangsa," tutur Saleh dalam sambutannya, Jumat pagi.

Menurut Saleh, batik Indonesia memiliki beragam keunggulan, salah satunya adalah motif. Batik Indonesia, ujar dia, memiliki motif yang beragam dengan filosofi dan warisan budaya tinggi. Selain itu, motif batik pun dapat dikembangkan sesuai dengan tren yang sedang digemari di masa kini.

"Batik pun menggunakan pewarna alami dan dikerjakan dengan tangan, yang menghasilkan batik tulis, batik cap, dan batik kombinasi di antara keduanya," imbuh Saleh.

Guna menjaga kelestarian dan keberlangsungan batik, ungkap Saleh, maka pemerintah menjaga permintaan pasar dengan memberikan izin usaha yang kondusif. Tidak hanya itu, pemerintah pun mendukung penggunaan teknologi yang cocok dan menganut aspek ekoefisiensi dan prioritas yang ditetapkan dalam industri batik nasional.

Setelah pengukuhan batik sebagai warisan budaya dunia dan dicanangkannya Hari Batik Nasional, apa langkah yang Anda lakukan untuk melestarikan batik? Sederhana saja, bangga menggunakan batik pun menjadi salah satu cara untuk mencintai dan melestarikan budaya batik. (Kompas.com).

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved