Tokoh Pemuda Bicara Dualisme KNPI, Nilai Keputusan DPD Riau Tepat
Secara aturan organisasi, pelaksanaan KLB sah. Itu tidak bisa ditawar-tawar lagi.
Penulis: | Editor:
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tokoh pemuda Riau yang merupakan senior Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Benardi SH, MBA angkat bicara seputar dualisme kepengurusan DPP KNPI yang terjadi saat ini. Ia menilai, secara juridis yakni sesuai anggaran dasar dan aturan organisasi, pelaksanaan Kongres Luar Bisa (KLB) KNPI yang menetapkan Fadh A Rafiq sebagai ketua umum sah.
"Secara aturan organisasi, pelaksanaan KLB sah. Itu tidak bisa ditawar-tawar lagi. Pelaksanaannya sesuai dengan AD dan ART organisasi," kata Benardi saat bincang-bincang dengan Tribun, Rabu (7/10/2015) di Hotel Arya Duta, Pekanbaru.
Ia menjelaskan, ada beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh kepengurusan DPP KNPI hasil Kongres XIV KNPI di Papua. Yakni, menyangkut soal pelanggaran usia pengurus dan penetapan komposisi Majelis Pemuda Indonesia (MPI) yang melabrak komitmen dan pelibatan keterwakilan OKP.
"KNPI itu wadah berhimpun. Ada permusyawaratan dan komitmen yang harus dipegang. Acuannya adalah AD dan ART," kata Benardi.
Benardi yang hadir dalam KLB KNPI di Jakarta menjelaskan, pelaksanaan KLB dihadiri oleh 119 dan 153 OKP yang ada. Selain itu, juga dihadiri 19 DPD tingkat provinsi dari 34 DPD provinsi se Tanah Air.
"Pelaksanaan KLB sesuai dan memenuhi kuorum. Pelaksanaannya sah dan legal," kata Benardi.
Benardi menegaskan, sikap DPD KNPI Riau di bawah kepemimpinan Ari Nugroho Arsadianto yang mengalihkan dan berpihak pada kepengurusan DPP KNPI pimpinan Fahd A Rafiq sudah tepat. Hal tersebut, menunjukkan DPD KNPI Riau taat aturan dan memahami ketentuan organisasi.
"Saya menilai, keputusan KNPI Riau ini menjadikan AD dan ART sebagai acuan. KNPI Riau memahami aturan organisasi. Saya menilai sudah tepat sekali," kata anggota MPI Riau ini tegas.
Ia juga meminta agar konstelasi yang terjadi di KNPI ini tidak dibawa-bawa dalam ranah politik dan kepentingan partai politik tertentu. Menurutnya, KNPI tidak bisa dimobilisasi untuk satu kekuatan partai politik apa pun.
"Jangan bawa warna parpol ke KNPI, itu tidak pernah dan tidak akan pernah berhasil. KNPI ini wadah berhimpun, multi kepentingan dan warna politik. Tidak satu warna," kata Benardi yang pernah menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum dan Ketua Bidang Lingkungan Hidup DPP KNPI.
Ia berharap, kelompok pemuda dan OKP serta KNPI kabupaten/ kota di Riau tetap menjaga kondusifitas suasana dalam ber-KNPI. Yakni menjaga soliditas dan kesamaan persepsi untuk menjaga keutuhan dan nama baik KNPI di Provinsi Riau.
"MPI Riau berharap KNPI Riau solid, tidak terbawa-bawa suasana yang sebenarnya tak terlalu heboh. Yang penting, KNPI Riau punya prinsip untuk memegang aturan organisasi," kata Benardi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/benardi-knpi_20151007_125120.jpg)