Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Valentino Rossi: He is Surely a Bad Loser!

"Insiden ini (buah dari) atas apa yang terjadi di antara kami di Argentina dan Assen. Aku punya konfirmasi dari Alzamora," kata Valentino Rossi

Editor: harismanto
aussiestreetbikes
Valentino Rossi, 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi yakin kalau insiden Sepang antara dirinya dan pebalap Repsol Honda, Marc Marquez adalah buah dari luka lama di hati rider berjuluk The Baby Alien tersebut.

Dendam Marquez, berujung pada niat untuk menjegal langkah Rossi menggapai gelar juara dunia yang tengah diperebutkan dengan Jorge Lorenzo.

Hukuman penalti tiga poin yang terakumulasi menjadi empat poin, membuat Rossi harus start dari posisi paling buncit di seri terakhir MotoGP di Valencia, Spanyol. Rossi menyebut, Marquez sukses dengan misi penjegalan tersebut.

Kini Rossi kian yakin setelah mendapat konfirmasi dari manajer pebalap-pebalap Honda Emilio Alzamora yang mengatakan, Marquez memang dendam ke Rossi atas insiden di dua seri Argentina dan Belanda.

Insiden di dua seri tersebut membuat harapan Marc Marquez untuk jadi juara dunia tahun ini sirna. Maka, taktik kamikaze pun disusun, sasarannya adalah Rossi yang dianggap sebagai biang keladi sirnanya harapan juara Marc Marquez.

"Seperti yang saya katakan pada hari Kamis (konpres jelang Seri Sepang), insiden ini (buah dari) atas apa yang terjadi di antara kami di Argentina dan Assen. Aku punya konfirmasi dari Alzamora. Dia mengatakan, 'Marc berpikir saya membuatnya kehilangan kesempatan jadi juara dunia'. He is surely a bad loser!" kata Valentino Rossi dilansir Motosport.

Mengetahui niat buruk tersebut, Valentino Rossi sadar, usaha Marc Marquez akan dilakukan lagi di Valencia, kandang pebalap Spanyol termasuk Jorge Lorenzo dan Marc Marquez sendiri.

Tanpa gangguan pun, Rossi menilai start dari posisi paling belakang seolah 'memotong sebelah kaki' untuk berlomba. Apalagi dengan potensi serangan dari Marc Marquez serta Jorge Lorenzo, Rossi menilai balapan di Valencia sebagai 'Mission Impossible'.

"Sanksi tersebut sudah pasti. Mengawali lomba di posisi belakang di Valencia sama saja dengan menghilangkan harapan menjadi juara. Saya melakukan segala hal untuk memenangi kembali gelar juara ini. Kalah di lintasan lomba itu biasa. Cara seperti ini sangat menyakitkan. Kita akan lihat apakah saya akan berlomba," kata Valentino Rossi. (tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved