Jumat, 17 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Razia Prostitusi

Belasan Perempuan yang Terjaring Razia Umumnya Berasal dari Indramayu

Lima belas perempuan yang diamankan dalam razia gabungan Polresta Pekanbaru, Minggu (1/11/2015) dini hari tadi

Penulis: Budi Rahmat | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU.COM/BUDI RAHMAT
Puluhan perempuan yang terjaring razia tim gabungan Polresta Minggu (1/11/2015) dini hari tadi menjalani pemeriksaan di Mapolresta 

Laporan: Budi Rahmat

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Lima belas perempuan yang diamankan dalam razia gabungan Polresta Pekanbaru, Minggu (1/11/2015) dini hari tadi, pada umumnya berasal dari Indramayu.

Pendataan perempuan yang terindikasi terlibat prostitusi ini dilakukan di unit Jatanras Polresta Pekanbaru.

Pantauan Tribun puluhan perempuan yang mengenakan pakaian minim ini, tampak menjawab pertanyaan yang diajukan penyidik. Silih berganti secara maraton pemeriksaan dilakukan.

Informasi yang didapat dari penyidik, kelima belas perempuan yang diamankan, berasal dari satu kampung, yakni Indramayu.

"Dari pendataan yang dilakukan, mereka diketahui berasal dari satu kampung, yakni Indramayu, " terang Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono.

Razia sendiri sebenarnya menyisir belasan lokasi tempat hiburan malam. Pada prosesnya, polisi mengungkap tempat prostitusi dan dugaan human traficking di SCH.

"Kita amankan perempuan yang dijadikan pendamping tamu karaoke sampai yang siap untuk di booking prostitusi, " ujar Putut.

Menurutnya, pengelola sengaja memajang foto-foto cewek yang nantinya menjadi pilihan bagi pengunjung. Tidak hanya itu, kamar-kamar juga dipersiapkan untuk kegiatan esek-esek tersebut.

"Ada beberapa alat bukti yang menjadi indikasi kuat pengelola melakukan praktek human traficking. Kita masih terus mendalami penyelidikanyan " terang Putut.

Tim gabungan Polresta Pekanbaru, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pekanbaru, Pom TNI AD, AU serta Satpol PP Kota Pekanbaru, Minggu (1/11/2015) merazia 12 tempat hiburan malam. Tiga orang terindikasi narkotika, 15 pekerja prostistusi diamankan.

Selain memeriksa identitas, BNNK juga melakukan tes urine bagi pengujung. Mereka yang positif mengkonsumsi narkotika langsung dipisah dan dibawa ke Mapolresta Pekanbaru.

Selain mengamankan 15 orang perempuan, serta tujuh pengelola tempat hiburan malam, razia prostitusi yang dilaksanakan tim gabungan Polresta Pekanbaru juga membawa kondom dan bon sebagai alat bukti.

Kondom dan bon tersebut didapatkan disalah satu lokasi tempat hiburan malam yang terindikasi kuat juga melakukan praktek human trafficking.

"Kita dapatkan kondom dan bon yang mengindikasikan jika lokasi tersebut dipakai untuk praktek prostitusi. Selain itu juga terdapat kamar-kamar yang memang disediakan untuk tamu, " ungkapnya.

Bagaimana kelanjutan razia tersebut? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved