Minggu, 12 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Disangka Tumor, Ternyata Saudara Kembar Bersemayam di Perut Bayi

Video yang dirilis oleh rumah sakit menunjukkan embrio seberat 7 ons telah memiliki kaki kecil

Penulis: Ariestia | Editor: Ariestia
Newsflare/UPI
Embrio yang tidak berkembang diangkat dari perut bayi berusia 15 hari pada 6 November 2015di Rumah Sakit Umum Henan, China. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Dokter di rumah sakit di China, berhasil mengangkat gumpalan yang diduga tumor dari bayi berusia 15 hari. Namun setelah diperiksa, tumor tersebut ternyata saudara kembar si bayi yang tidak berkembang.

Dilansir UPI, pihak Rumah Sakit Umum di Henan mengatakan bayi tersebut telah menjalani operasi pada 6 November. Dari rekaman video yang dirilis oleh rumah sakit menunjukkan embrio seberat 7 ons telah memiliki kaki kecil, namun tak banyak bagian tubuh lainnya.

Sedangkan si bayi menurut dokter sudah mulai pulih dan diharapkan bisa segera pulang dari rumah sakit.

Klik Video: Baby has embryo removed from its body 15 days after birth

Ini bukan contoh pertama dari kasus kembar yang terjadi. Awal tahun ini tim medis di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Hong Kong merilis sebuah studi yang merinci kasus seorang gadis bayi lahir dalam kondisi 'mengandung.'

Janin yang berada di dalam tubuhnya adalah saudara kembar yang tidak berkembang. Kondisi yang dikenal sebagai "fetus-in-fetu."

"Hampir mustahil untuk mendeteksi selama pemeriksaan prenatal, karena embrio yang ada di dalam bayi itu terlalu kecil," tulis Dr Yu Kai-pria di Hong Kong Medical Journal.

"Tak mungkin gadis kecil hamil bayi sendiri, janin itu tentu saja saudara kembarnya yang berada di tempat salah," tambahnya.

Beberapa waktu lalu, di India dokter juga menemukan janin tak bernyawa dalam perut seorang balita laki-laki berusia empat tahun di distrik Midnapore Barat.

Kasus medis yang cukup menghebohkan terjadi di Los Angeles. Yamini Karanam (26) menjalani operasi pengangkatan tumor otak, tapi dokter menemukan tumor itu adalah saudara kembar Yamini yang tidak sempat berkembang dan terperangkap di otak.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved