Breaking News:

Kuliner Riau

Bubur Jagung Sehat Bisa Dinikmati Siang dan Malam

Biasanya anda makan bubur untuk sarapan. Nah kali ini anda bisa makan bubur siang hingga malam hari.

TRIBUNPEKANBARU.COM/VINA DWINITA
Bubur hitam dan bubur kacang hijau outlet Bubur Jagung Sehat Jalan Ahmad Yani dan Harapan Raya Pekanbaru 

Laporan: Vina Dwinita

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Biasanya anda makan bubur untuk sarapan. Nah kali ini anda bisa makan bubur siang hingga malam hari. Di outlet Bubur Jagung Sehat Jalan Ahmad Yani dan Harapan Raya Pekanbaru anda bisa menemukannya.

Outlet dengan tagline “Ahlinya Bubur” ini, tidak hanya menjual bubur jagung sesuai namanya, tetapi beberapa jenis bubur diproduksi. Selain bubur jagung, ada bubur kacang ijo, ketan hitam, sumsum dan bubur ayam.

Dikatakan Kepala Cabang Bubur Jagung Sehat Pekanbaru, Syaiful kepada Tribun, bubur sehat ini merupakan perusahaan franchise. Hingga kini sudah ada 24 cabang di Indonesia dan berasal dari Aceh.

“Di Pekanbaru awalnya kita buka di Ahmad Yani kemudian belum lama ini kita buka cabang di Jalan Harapan Raya,” sebut Syaiful.

Sesuai dengan namanya bubur jagung yang menjadi andalan alias banyak dipesan. Namun bubur-bubur yang lain juga banyak peminatnya. Terkait bahan yang digunakan, sama seperti bubur pada umumnya, yakni santan dan gula. Tapi yang menjadi cirikhasnya ditambahkan susu dan sagu bonai.

“Dalam sehari rata-rata 25 kg jagung yang kita produksi dan kita gunakan jagung manis,” katanya.

Kemudian terkait santan yang digunakan, diakui Syaiful menggunakan santan kemasan atau kara. Karena santan yang biasa dijual kadang kualitas santannya kurang bagus karena barangkali kelapanya kurang bagus atau bagaimana. Sehingga standarnya menggunakan santan kemasan ini.

“Kalau santan yang biasa kadang mudah basi,” sebutnya.

Diakui Syaiful aneka bubur tersebut dibuat setiap hari. Sehingga dijaminn setiap hari buburnya fresh. Ia juga senantiasa panas karena dimasukkan dalam magic com.

“Kalau bubur sumsum tidak dimasukkan dalam magic com karena kalau terlalu panas ia jadi encer dan merubah teksturnya,” jelas Syaiful.

Aneka bubur tersebut dimasak menggunakan dandang besar. Dikatakan Syaiful, proses memasak bubur ini sekitar empat jam.

“Jadi santannya benar-benar masak. Kalau cepat masaknya itu yang sering membuat ia basi,” kata Syaiful membagikan tips.

Tidak hanya menyajikan rasa yang lezat, bubur ini tetap mengutamakan kesehatan dalam proses pembuatannya. Selain tanpa pengawet, penyedap, pewarna juga tanpa pemanis buatan.

“Jadi sangat diperhatikan rasa dan kualitasnya. Sehingga mulai dari anak-anak sampai orangtua aman mengkonsumsinya,” kata Syaiful. (*)

Penulis:
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved