Banggar Setujui Pembelian 7 Eskapator untuk Inhil
Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau menyepakati membarikan bantuan keuangan (bankeu) umum untuk pembelian sejumlah eskapator di Inhil
Penulis: Alex | Editor: Muhammad Ridho
Laporan Wartawan tribunpekanbaru.com: Alee Kitonanma
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau menyepakati membarikan bantuan keuangan (bankeu) umum untuk pembelian sejumlah eskapator di kabupaten Indragiri Hilir, untuk keperluan pembenahan perkebunan kelapa milik masyarakat yang ada di sana.
Anggota Banggar DPRD Riau, Aherson mengatakan, pengusulan bankeu harus melalui kepala daerah dengan merincikan jumlah kebutuhan prioritas daerah, kepada Pemprov Riau. Kemudian pihak Pemprov kemudian akan mempertimbangkan bankeu untuk daerah tersebut.
“Pengajuan dari Indragiri Hilir tersebut juga demikian, disampaikan oleh anggota dapil dari sana dan pengajuan dari kepala daerah Indragiri Hilir,” imbuhnya.
Anggota DPRD Riau dapil Indragiri Hilir menyampaikan, pihaknya memang ikut menyampaikan aspirasi pengadaan eskapator dari daerah, untuk keperluan perbaikan perkebunan kelapa masyarakat.
“Kebun-kebun kepala masyarakat di sana banyak yang tenggelam. Kita ingin bankeu bisa diperuntukkan untuk kebutuhan pembuatan dam-dam, sehingga kebut tidak tergenang air laut yang cukup dekat dengan perkebunan masyarakat di sana,” ujar Wahid Minggu (29/11/2015).
Ada pun jumlah kecamatan di Indragiri Hilir adalah 20 kecamatan, dan yang tenggelam karena air ada sekitar 15 kecamatan. Ada pun jumlah bantuan eskapator yang akan diberikan untuk masalah perkebunan tersebut menurut Wahid ada sekitar 6 atau 7 eskapator. Sebelumnya, di Indragiri Hilir menurut Wahid juga sudah ada beberapa eskapator, yang dibeli oleh pemerintah daerah untuk masyarakat, sedangkan yang dari bankeu diharapkan bisa melengkapi eskapator yang masih kurang.
“Per unit eskapator harganya Rp 4 miliar. Yang disetujui untuk pembelian eskapator ada sekitar 6 atau 7 eskapator,” tuturnya.
Ditambahkan Wahid, sejauh ini hasil produksi kelapa sawit di Indragiri Hilir terus menurun. Salah satu penyebab utamanya adalah karena perkebunan masyarakat sudah bercampur dengan genangan air. Pembenahan kebun tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan eskapator. (ale)