Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Energi Terbarukan Sebenarnya Tak Harus Mahal

Apakah betul energi terbarukan itu mahal? Kalau untuk Indonesia saya kira tidak.

Editor:
Daily Press
Singa gunung memanjat tiang listrik sehingga menimbulkan kehebohan di Lucerne Valley, Amerika Serikat. Fotonya pun menyebar di berbagai media online 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Harga produk energi terbarukan kini dianggap lebih mahal ketimbang harga energi fosil.

Namun demikian, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati beranggapan sebetulnya harga energi terbarukan di Indonesia bisa murah.

"Apakah betul energi terbarukan itu mahal? Kalau untuk Indonesia saya kira tidak. Sekarang kita sudah punya sumber energi terbarukan yang relatif siap dan tidak sulit," kata Enny di Jakarta, Minggu (29/11/2015).

Enny memberi contoh pemanfaatan biodiesel berbahan dasar kelapa sawit. Menurut Enny, sebagai penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, Indononesia seharusnya seharusnya bisa memanfaatkannya secara optimal dan masif.

"Misalnya biodiesel, kita ini negara penghasil kelapa sawit nomor 1 dunia. Bisa pakai biodioesel dari produk yang tidak terpakai, misalnya cangkang kelapa sawit," terang Enny.

Lebih lanjut, Enny beranggapan bahwa kapasitas terpasang energi terbarukan yang saat ini baru 20 persen bisa ditingkatkan menjadi jauh lebih besar. Sehingga, pemanfaatan energi terbarukan dapat lebih meluas dengan harga yang relatif murah. Hal ini dapat terwujud hanya bila pemerintah konsisten dengan kebijakannya.

"Selama ini tidak konsisten. Pemerintah bisa kasih insentif untuk investor yang mau masuk ke biodiesel. Insentif terhadap investor ini harus konsisten dilakukan pemerintah untuk mendorong agar jangka panjang kita sudah siap mempunyai energi terbarukan, jangka menengah bagaimana menggantikan dominasi minyak," ujar Enny. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved