Prostitusi Online

SA Gadis Cantik Berjilbab Baru Sekali Melayani Pelanggan

Saksi sidang prostitusi online adalah seorang perempuan cantik berjilbab. Seorang lagi laki-laki lelaku paruh baya yang merupakan pelanggan

SA Gadis Cantik Berjilbab Baru Sekali Melayani Pelanggan
TribunPekanbaru/DavidTobing
Sidang Prostitusi Online 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Budi Rahmat

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sidang pemeriksaan saksi prostitusi online dengan terdakwa Dionaldi digelar di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Senin (21/12/2015) siang. 

Sidang yang berlangsung tertutup itu menghadirkan dua saksi, lelaki paruh baya dan perempuan cantik berjilbab. Perempuan berinisial SA tersebut merupakan anak asuh terdakwa Dionaldi.

"Kesaksian mereka berisikan tindakan asusila. Sesuai KUHAP harus dilakukan secara tertutup," ungkap Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Ivan Yoko, usai sidang.

Menurut Ivan, seorang pria yang juga dimintai keterangannya berinisil HL. Ia merupakan pelanggan terdakwa. Kedua saksi yang dihadirkan itu membenarkan segala kegiatan Dion. Yakni menjalankan bisnis prostitusi secara online.

"Saksi SA mengaku sudah setahun terakhir menjadi anak asuh Dion. Namun diakuinya baru sekali diminta Dion melayani pelanggan," ujar Ivan.

Dalam persidangan juga terungkap jika terdakwa Dion sering main ke salon-salon. Ditempat ini ia banyak bertemu dengan wanita-wanita cantik. Para wanita ini ditawarinya pekerjaan.

"Kebetulan saksi juga membutuhkan uang, jadi tawaran tersebut diterimanya," terang Ivan.

Sementra itu, saksi HL, sebagai pelanggan mengaku, sudah lima kali menggunakan jasa Dion. Dua diantaranya adalah mahasiswi. Dalam siang, HL mengaku sekali berkencan tarifnya Rp 2 juta.

Dion didakwa dengan pasal berlapis. Selain dijerat undang-undang hukum pidana,  mucikari ini juga dikenakan pasal perdagangan manusia sesuai dengan pasal 2 ayat 1. 

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua, Sorta Ria tersebut akan kembali dilanjutnya minggu depan. Masih dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Seperti diberitakan, Satreskrim Polresta Pekanbaru mengungkap jaringan prostitusi online pada awal oktober 2015 lalu. Dionaldi ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi melakukan operasi tangkap tangan saat berada di satu hotel yang ada di Pekanbaru.

Ada seratusan wanita yang siap dipasarkan Dion kepada lelaki hidung belang. Cewek-cewek yang juga berasal dari kalangan mahasiswa dengan kisaran umuran 20-an tersebut dibanderol Rp 2,5 juta sampai Rp 8 juta.(*)

Simak informasi lainnnya di www.tribunpekanbaru.com edisi BESOK. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Penulis: Budi Rahmat
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved