Pemprov Riau Harus Lakukan Antisipasi Bencana Asap Sedini Mungkin
Komisi E DPRD Riau meminta pihak Pemprov Riau untuk segera melakukan kegiatan antisipasi bencana asap dari sekarang.
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Komisi E DPRD Riau meminta pihak Pemprov Riau untuk segera melakukan kegiatan antisipasi bencana asap dari sekarang.
Jika tidak dilakukan sedini mungkin, dikawatirkan akan kembali terjadi kebakaran hutan dan lahan dan menyebabkan bencana asap seperti tahun-tahun sebelumnya.
Ketua Komisi E DPRD Riau, Masnur mengatakan, cukup banyak kegiatan antisipasi yang harus dilakukan di awal tahun ini sebelum memasuki musim kemarau nantinya.
Karena belajar dari pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, walau sudah dilakukan sejumlah langkah-langkah antisipasi, namun karena tidak maksimal, akhirnya bencana asap tetap terjadi.
"Sebelumnya memang juga dilakukan langkah-langkah antisipasi, namun pelaksanaannya tidak maksimal. Selain itu, kegiatannya juga tidak dilaksanakan jauh-jauh hari," kata Masnur, Rabu (6/1/2016).
Diawal tahun seperti ini, menurut Masnur bisa mulai dilakukan sosialisasi ke masyarakat. Sosialisasi tersebut menurutnya bisa dilakukan oleh perangkat pemerintahan hingga yang ada dibawah, seperti kepala desa atau lurah.
Namun ia juga mengakui, sosialisasi tersebut juga akan tidak bisa berjalan maksimal, jika tidak disediakan anggaran khusus untuk sosialisasi tersebut.
"Sebelumnya para kepala desa memang sudah mensosialisasikan di tingkat desa, tapi tidak maksila, paling hanya disampaikan melalui pidato-pidato di masjid, agar masyarakat tidak membakar hutan. Jadinya ya tak maksimal, dan tak banyak yang bisa dilakukan, karena tidak ada dianggarkan untuk itu. Hal seperti itu sebaiknya diperbaiki," tuturnya.
Selain itu, menurut Masnur langkah antisipasi seperti pembuatan kanal juga harus dilakukan dari sekarang. Dengan melakukan pemantauan terlebih dulu, dan kemudian baru dibuat kanal di lokasi-lokasi yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan.
"Pemantauan bisa dilakukan dari satelit, mana-mana daerah yang orang membuka lahan dengan menebang pohon. Kalau hal itu tidak dilakukan dari sekarang maka kita akan kebobolan lagi nanti," imbuhnya.
Politisi Golkar ini juga mengakui, memang tidak ada anggaran khusus untuk bencana asap ditahun 2016, tapi yang ada adalah anggaran siaga bencana secara umum, yang diperuntukkan untuk menanggulangi semua bencana jika ada kejadian, termasuk untuk bencana asap, banjir, dan bencana lainnya. Ada pun total anggarannya menurut Masnur adalah Rp 120 miliar lebih.
"Anggaran khusus untuk bencana asap memang tidak ada, tapi namanya adalah dana bencana, yang sifatnya oncall, dan bisa disegerakan," ulasnya. (*)
Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/pemadaman-kebaharan-hutan-karhutla-pelalawan-26102015_20151026_090827.jpg)