Kadisnaker Sebut Aksi Mogok Karena Pekerja yang Tidak Sabar
Aksi mogok tersebut tidak perlu terjadi. Pasalnya, pihak PT Budimas mengakui kepada dirinya akan melakukan pembayaran dengan segera.
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syahrul Ramadhan
PEKANBARU, TRIBUNPEKANBARU.COM - Kadisnaker Propinsi Riau Rasyidin Siregar saat dihubungi mengatakan , aksi mogok tersebut tidak perlu terjadi. Pasalnya, pihak PT Budimas mengakui kepada dirinya akan melakukan pembayaran dengan segera.
"Jumlah dana dimaksud oleh karyawan itu bukan jumlah kecil. Mencapai milyaran. PT Budimas sudah akui kesalahan dan meminta waktu untuk melakukan pembayaran, namun karyawan tidak sabar dan tak mau mengerti," jelas Rasyidin.
Ia pun menyayangkan aksi mogok tersebut tetap dilakukan oleh karyawan. Padahal, proses mediasi terus berjalan dalam mencari jalan keluar masalah tersebut sejak dua minggu belakangan.
"Proses mediasi terakhir itu beberapa hari lalu. Sekarang nampaknya mereka sudah setuju untuk naik ke pengadilan, ya sudah. Mau kita bilang apa lagi," pungkasnya.
Sebelumnya, ratusan eks pekerja PT Budimas dipekerjakan oleh PT Sucofindo sebagai pemborong baru bidang fireman menggantikan PT Budimas. Namun, pesangon yang menjadi hak pekerja urung dibayar oleh PT Budimas hingga kini.(*)
Baca Selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/mogok-kerja-pemadaman-kekabaran_20160114_013035.jpg)