Lopek Bugi Jadi Kuliner Andalan Riau Hadapi MEA
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Riau hanya mengandalkan Lopek Bugi makanan khas Kampar untuk menghadapi pasar bebas Asean.
Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Sesri
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nasuha Nasution
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Riau hanya mengandalkan Lopek Bugi makanan khas Kampar untuk menghadapi pasar bebas Asean.
Lopek Bugi merupakan makanan dari tepung beras pulut yang dibungkus dalam daun pisang, di dalamnya ada inti kelapa khas Kampar
"Kita kan ada lopek bugi. orang Thailand belum tentu punya Lopek bugi itu,"ujar Kadiskop UKM Riau Darius Husein saat dikonfirmasi persiapan UKM hadapi MEA, Kamis (14/1/2016).
Menurut Darius, dengan bebasnya ekonomi Asean akan berdampak positif terhadap pelaku UKM di Riau, karena masyarakat dari negara-negara Asean akan tahu makanan-makanan khas di Riau, terutama Lopek bugi.
"Kenapa kita khawatir, tentulah makanan khas kita dan UKM kita sudah siap membuat inovasi. Tidak perlu dirisaukan, bahkan MEA juga akan membuka peluang besar bagi pelaku UKM kita,"ujar Darius.
Sejauh ini menurut Kadiskop UKM, ada sebanyak 535 ribu pelaku UKM di Riau yang akan bersaing menghadapi pasar bebas Asean. Kepada pelaku UKM ini Pemerintah memberikan kemudahan dalam memberikan legalitas usahanya.
"Makanya untuk pemberian izin usaha pelaku UKM ini cukup dilakukan di Kecamatan, ini mempermudah pelaku UKM, sekarang sudah ada tiga Kabupaten yang menerapkan itu yakni Pekanbaru, Kuansing dan Pelalawan,"jelas Darius. (*)
Baca Selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/lepat-bugi_20151116_144144.jpg)