Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Otaknya Cuma Separuh, Tapi Gadis Ini Mampu Bertahan Hidup

Kebanyakan bayi dengan kondisi tersebut meninggal sebelum berusia satu tahun. Tapi ada satu orang dengan

Editor:
Norbert von der Groeben/Stanford School of Medicine
Hasil scan mumi Mesir misterius berusia sekitar 3.200 menunjukkan semacam gumpalan atau lumpur di tengkorak. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ketika Alex Simpson lahir, ia tampak sama seperti bayi-bayi lainnya, kecuali bayi mungil itu bisa menangis selama 20 jam sehari.

Sampai ia berusia dua bulan, kedua orangtuanya tak mengerti mengapa bayinya itu sering sekali menangis. Dalam pemeriksaan dokter baru diketahui Alex menderita cacat lahir langka yang disebut hydranencephaly, atau terlahir dengan separuh bagian otak.

Kebanyakan bayi dengan kondisi tersebut meninggal sebelum berusia satu tahun. Tapi ada satu orang dengan hyranencephaly yang mampu bertahan hidup sampai 33 tahun.

Menurut Pediatric Brain Foundation, tidak ada tanda khusus pada bayi yang lahir dengan kondisi ini, tetapi meningkatnya kerewelan, peningkatan tekanan otot, dan gangguan gerakan, bisa dicurigai sebagai gejalanya.

Alex saat ini berusia 10 tahun. Ia masih memiliki sebagian dari otak kecilnya sehingga masih bisa menyadari sekelilingnya.

"Ia kenal ayah dan ibunya, juga adiknya. Ia tahu saat ada hal tidak enak terjadi dan ia akan menangis atau menunjukkan wajah sedih," kata ayahnya, Shawn Simpson.

Kondisi Alex diobservasi oleh para ahli dan diketahui bahwa kehilangan sebagian besar jaringan di otak ternyata tidak membuat anak-anak tersebut kehilangan kesadaran.

Para peneliti juga melakukan survei pada orangtua yang memiliki anak dengan kondisi hydranencephaly.

Dalam pertanyaan, "Apakah anak Anda menirukan Anda?" sekitar 29 persen menjawab "Ya". Lalu ketika ditanyakan apakah anak-anak itu berusaha meraih objek, sekitar 26 persen mengatakan "Iya".

Para ahli menyimpulkan bahwa anak-anak itu bukan saja terbangun secara psikologi tapi juga sadar, sehingga kualitas hidup mereka harus diperhatikan. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved