Philips Joeng, Pelatih Top Peraih Rekor Muri, Satu Jam Bisa Latih Kepatuhan 11 Gerakan
Headmaster of Philips D'Track atau Kepala Sekolah Dog Training and Rehabilitation Centre ini sudah malang-melintang didunia peranjingan.
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: M Iqbal
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dikalangan pecinta anjing, nama Philips Joeng tentu bukan nama yang asing lagi. Headmaster of Philips D'Track atau Kepala Sekolah Dog Training and Rehabilitation Centre ini sudah malang-melintang didunia peranjingan. Pria yang akrap disapa Philips ini merupakan pemegang rekor Museum Rekor dunia Indonesia (Muri) kategori pelatih kepatuhan anjing tercepat dengan variasi gerakan terbanyak. Yakni 11 triks gerakan dalam tempo waktu 1 jam.
Pria kelahiran Kediri, 14 Agustus 1974 ini mulai mengenal anjing sejak usia 8 tahun. Saat itu dia mendapat hibah seekor anjing kampung bernama Leo. Meski awalnya melatih tanpa pemahaman yang benar menurut kaidah Pelatihan anjing resmi, namun dengan kepolosannya sebagai anak-anak, Philips justru memahami anjing secara unik tanpa harus ikut-ikutan dengan tehnik pelatihan pada umumnya.
Belakangan Philips semakin tertarik untuk menggeluti dunia peranjingan dengan segala seluk-beluknya. Dia pun pernah mengikuti sejumlah pelatihan, Dog Psychology, Dog Rehabilitation dan Dog Manner Training. Bahkan belajar Veterinary.
"Saya mempelajari anjing kawin dan membantu persalinan anjing di rumah teman saya. Awalnya saya lakukan dengan penuh kepanikan, karena saya waktu itu masih berusia 9 tahun,"beber pria yang pernah mengenyam pendidikan di University of the City of Manila, Philippines ini.
Ditengah kesibukanya mengurus bisnis-bisnisnya, pria yang menjabat komisaris PT. Lima Samudra Perkasa dan Director CV. Petzone Asia ini masih bisa menyempatkan waktunya untuk belajar tentang anjing dan terus mengembangkan tehnik-tehnik pelatihannya. Tidak tangung-tangung, Philips bahka mengambil study di beberapa Dog Training Schools dan Dog Trainers di dalam dan luar negeri.
"Baik secara langsung maupun melalui korespondensi,"katanya.
Pada tahun 2008 Philips kemudian mendirikan sebuah Kennel yang dirinya berinama Great Abbarock Kennel. Kennel ini selain untuk pembiakan jug dijadikan untuk penyelamatan anjing dan riset pelatihan.
"Malam pulang kerja sampai subuh saya berkutat dengan semua anjing-anjing yang saya pelihara di Kennel,"kata alumni Pasca Sarjana STTA Ekklesia, Indonesia ini.
Pihilips paham betul perbedaan dan karakter masing-masing jenis anjing. Tidak heran jika belakangan ini dirinya mampu mengembangkan tehnik cepat untuk pelatihan kepatuhan anjing. Dalam hitungan jam, Pihilips bisa membuat anjing menjadi patuh dan pandai melakukan puluhan Trik. Mulai dari Cage in, Stay, Cage Out, Sit, Down, Up, Freeze, Take, Shakehand, Sleep, Play Dead, Speak, Roll, Crawl, Boundaries, Feeding manner, dan masih banyak lagi.
Bahkan Tahun 2011 ia berhasil mencapai hitungan menit dan pada awal tahun 2012 ia memutuskan untuk melatih anjing secara full time dan mulai berkeliling Nusantara untuk memperkenalkan Tehnik Pelatihan Instantnya ke para Dog Lovers di Indonesia yang masih terjebak pada tehnik-teknik pelatihan anjing dengan paradigma lama yang Konvensional.
Bagi pecinta anjing di Pekanbaru, tidak perlu khawatir, karena pada ajang Pekanbaru Dog,s Day 2016 yang akan dilaksanakan 24 Januari 2016 mendatang, Philips Joeng akan tampil dihadapan masyarakat Pekanbaru. Jika tidak ada aral melintang, Philips akan mendarat di Pekanbaru pada tangga 15 Januari besok. Kedatangannya ke Pekanbaru untuk melihat perkanbangan hasil pelatihan kepatuhan yang sudah dirinya lakukan bebarapa waktu lalu.
"Soalnya baru sanggup ngelatih 60 peserta. Padahal targetnya 100 peserta. Makanya saya mau datang ke Pekanbaru dan push ke panitia untuk lebih semangat lagi,"kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/rekor-muri_20160114_014324.jpg)