PMI Riau Kampanye Kesehatan di CFD
Sejumlah masyarakat pengguna CFD diberikan cek kesehatan dan pengobatan gratis, serta tes VCT untuk menanggulangan penyakit HIV/Aids.
Penulis: | Editor: M Iqbal
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Zul Indra
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - PMI Provinsi Riau melakukan Kampanye Kesehatan di Car Free Day (CFD) Diponegoro, Minggu (17/1/2016). Acara itu bekerjasama dengan American Red Cross dan US aid.
Sejumlah masyarakat pengguna CFD diberikan cek kesehatan dan pengobatan gratis, serta tes VCT untuk penanggulangan penyakit HIV/Aids.
Ketua PMI Provinsi Riau, Syahril Abubakar mengatakan kampanye tersebut dalam rangka penanganan pasca asap yang melanda Riau beberapa waktu lalu. Mereka melakukan cek untuk mengetahui seberapa banyak masyarakat yang terkena dampak ispa dan penyakit lainnya akibat asap.
"Dari cek kesehatan di CFD ini kita bisa mengetahui apakah dampak asap beberapa bulan lalu itu masih terasa oleh masyarakat hingga sekarang. Jika ada warga yang terkena penyakit seperti Ispa, kita berikan penanganan dan pengobatan langsung,"ujarnya.
Syahril melanjutkan, sebelum di CFD tersebut, PMI Provinsi Riau sudah melakukan kampanye kesehatan pada beberapa wilayah Kabupaten di Riau. Diantaranya Indragiri Hulu, Rokan Hulu dan Pekanbaru.
"Pada masing-masing Kabupaten dan Kota di Riau tersebut, ada 30 titik lokasi yang kami kunjungi dan buka posko pengobatan. Kami mencari titik pusat keramaian seperti pasar, lokasi acara dan lainnya. Selain itu, kita juga bekerja sama dengan RT/RW dan lurah setempat untuk membuka posko dan mengajak masyarakat untuk cek kesehatan dan berobat. Di posko tersebut sudah ada tim medisnya, mulai dari dokter hingga perawat yang siap membantu masyarakat,"paparnya.
Dilanjutkan Syahril, dari hasil pembukaan posko pengobatan gratis di beberapa daerah itu, banyak didapati masyarakat yang terkena penyakit Ispa, diare dan demam berdarah. Tiga penyakit tersebut muncul akibat musim pancaroba, mulai dari panas yang menimbulkan banyak asap hingga hujan yang sebabkan banjir.
"Pasca asap dulu, masyarakat banyak yang mendapatkan penyakit Ispa. Setelah musim hujan, penyakit lain juga berkembang, akibat banyaknya air yang tergenang. Penyakit yang paling banyak diderita adalah diare dan DBD. Kami memberikan penanganan langsung pada warga yang terjangkit beberapa penyakit tersebut,"sambungnya. (*)
Baca Selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru