Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Program Deradikalisasi Cuma Jadi Proyek, Jangan Berharap Hasilnya

Hasanuddin menjelaskan, program ini disusun dibeberapa kementerian seperti kemenkumham,kemendagri, kemendiknas

Editor:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISNAWAN
Petugas berjaga saat peledakan bom di pos polisi Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1/2016). Ledakan bom yang disusul baku tembak yang dilakukan oleh 7 orang pelaku dengan korban tewas 3 orang dan 4 orang dilumpuhkan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Tubagus (TB) Hasanuddin mengungkap, deradikalisasi sudah menjadi program pemerintah, sejak era pemerintahan sebelumnya, era Presiden SBY.

Program ini bertujuan untuk mengeliminasi, semaksimal mungkin, bisa menghilangkan kelompok radikal yang tumbuh berkembang di masyarakat, yang dianggap sebagian pakar sebagai embrio teroris.

Hasanuddin menjelaskan, program ini disusun dibeberapa kementerian seperti kemenkumham,kemendagri, kemendiknas dan Dikti, Kemenag, Kemenhan dll. Termasuk, kegiatan yang dilakukan oleh BNPT,BIN, Polri dan lembaga-lembaga non pemerintah lainnya.

"Harap dicatat, kalau ditotal anggaran yang dikeluarkan bisa mencapai ratusan miliar rupiah. Hasilnya? Memang belum terlihat untuk jangka panjang, tapi setidaknya 'teror' yang dilakukan oleh para kelompok radikalis, seperti tetap tak berkurang, bahkan bibit-bibitnya semakin tumbuh," ungkap Hasanuddin, Senin (17/1/2016).

Aparatur negara, menurut Hasanuddin, sesungguhnya sudah bekerja dengan baik. Akan tetapi, tapi masih ada beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki dan dirubah maindset-nya, agar efektif dan efisien.

Hasanuddin menegaskan, ada beberapa hal yang menjadi catatan selama ini.

Pertama, deradikalisasi menjadi semacam proyek dan masuk dalam APBN dan dilaksanakan oleh lembaga-lembaga pemerintah (bekerja sama dengan lembaga non pemerintah,LSM, ormas dll). (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved