Rising Star
Raih Rekor Muri Tabuh Drum Terlama
Bakat Dimas sebagai drummer sudah terlihat sejak umur empat tahun, sehingga orangtuanya memasukkannya ke Purwacaraka Music Arifin Achmad.
Penulis: Nolpitos Hendri | Editor: M Iqbal
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nolpitos
Dimas Suparjono Ageng, siswa Kelas I SD Islam As Shofa
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Setiap anak memiliki keahlian dan kesukaan yang berbeda-beda. Ada yang menyanyi, menari, beladiri, otak-atik computer dan lainnya. Bagi Dimas Suparjono Ageng, ia memiliki bakat di bidang seni yakni sebagai drummer. Bujang kelahiran Pekanbaru tanggal 20 November 2008 ini merupakan anak bungsu dari empat bersaudara dari pasangan Riono dan Nurmalisa. Kini ia duduk di bangku Kelas I SD Islam As Shofa.
Bakat Dimas sebagai drummer sudah terlihat sejak umur empat tahun, sehingga orangtuanya memasukkannya ke Purwacaraka Music Arifin Achmad. Pada tahun 2015 lalu, Dimas berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai kanak-kanak penabuh dram terlama tanpa jeda selama 3 jam 15 menit. Ia mengalahkan rekor sebelumnya yakni selama 2 jam 10 menit.
Pemecahan rekor ini dilakukan di Alam Mayang dalam acara pemecahan rekor Muri. Pada kesempatan itu, Dimas membawakan 58 lagu Koes Plus. Melalui keahliannya bermain drum ini, Dimas juga berhasil meraih juara I Junior Drummer Competiton di Purwacaraka Musik, dan Juara I Basic Drammer Competition di Mutiara Musik di Mal Pekanbaru.
Sekarang, Dimas bergabung dengan Alam Mayang Selection Band, dan selalu tampil setiap hari Minggu dari pukul 11.00 sampai 17.00 WIB. Bersama grup band ini, ia membawakan lagu dangdut dan rock.
“Saya belajar drum sejak umur empat tahun. Belajar di Purwacaraka Musik Arifin Achmad,” ungkap Dimas.
Dimas senang bermain drum karena suka dengan music dan gerakan tangan dan kaki yang cepat. Selain itu, ia juga dapat uang saat tampil bersama grup band yang bisa ia gunakan untuk beli buku dan beli baju taekwondo.
Selain ahli bermain drum, Dimas juga ahli beladiri, namun ia belum bisa ikut bertanding karena belum cukup umur. Di taekwondo ia sudah meraih sabuk biru strip merah dan ia belajar taekwondo di Riau Taekwondo Club (RTC). Walau belum pernah jadi juara, namun Dimas ingin menjadi juara dunia di taekwondo.
“Saya ingin juara dunia taekwondo dan bercita-cita menjadi jenderal di TNI,” ujar Dimas yang berhasil meraih juara 3 di kelasnya pada semester lalu. (*)
Baca Selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru Edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/dimas-suparjono-ageng-siswa-kelas-i-sd-islam-as-shofa_20160119_223537.jpg)