Banjir Riau

Dewan Minta Bantuan Logistik Korban Banjir Diantarkan Langsung ke Rumah Warga

Anggota Komisi E DPRD Riau,Gus Ade harap bantuan tidak terfokus di posko-posko saja,banyak masyarakat yang tidak mau mengungsi dan bertahan di rumah

TRIBUNPEKANBARU.COM/FERNANDO SIHOMBING
Ribuan rumah dan bangunan lainnya terendam banjir di Kabupaten Kampar sejak Jumat (15/1/2016) tengah malam. Banjir disebabkan oleh aliran Sungai Kampar meluap. Bencana ini menyebabkan aktifitas masyarakat terganggu. Belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. (Tribun Pekanbaru/Fernando Sihombing). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pihak DPRD Riau mendesak Dinas Sosial dan Badan Penggulanagan Bencana Darah (BPBD) Provinsi Riau untuk turun langsung ke lokasi-lokasi banjir yang ada di Riau untuk memberikan bantuan kepada warga yang terkena bencana banjir. Saat ini masyarakat sudah sangat membutuhkan bantuan.

Anggota Komisi E DPRD Riau, Ade Agus Hartanto mengatakan saat ini masyarakat yang terkena banjir sebagian masih enggan mengungsi ke posko yang sudah disediakan oleh pemerintah, dengan alasan menjaga keamanan harta benda mereka di rumah masing-masing. Karena itu, pihak yang berwenang dalam masalah ini diminta pro aktif untuk jemput bola ke masyarakat.

“Kita minta Dinas Sosial dan BPBD Riau untuk aktif memantau seluruh aktifitas di daerah-daerah yang terkena banjir, baik secara pendataan setiap pengungsi, atau pun untuk pemberian logistik, yang dibutuhkan masyarakat saat ini,” kata Ade Agus Hartanto, Rabu (20/1/2016).

Untuk penyerahan bantuan berupa logistik, menurut Ade sebaiknya memang langsung turun ke tiap rumah masyarakat. Karena jika hanya dipusatkan di posko, maka bantuan tersebut hanya akan menumpuk di sana.

“Karena itu kita harapkan bantuan ini tidak terfokus di posko-posko saja, karna banyak masyarakat yang tidak mau mengungsi, mereka masih bertahan di rumah dengan alasan menjaga keamanan harta benda mereka. Jika menyerahkan bantuan, kita harapkan langsung kerumah penduduk masing-masing,” ulas pria yang akrab dengan nama Gus Ade ini.

Ade juga berharap, pihak pemerintah provinsi dan daerah diharapkan segera mencarikan solusi persoalan banjir tersebut, karena kejadian tersebut terjadi setiap tahunnya, dan masyarakat yang ada di Kabupaten Kampar tersebut terus terancam setiap tahun.

“Ini harus diprioritaskan pemerintah, bagaimana solusi kedepannya. Agar tahun berikutnya hal ini dapat diantisipasi. Misalnya dengan membuka pintu air di PLTA yang dilakukan, atau dengan melakukan pengerukan, relokasi dan upaya lainnya,” imbuhnya. (*)

Baca Selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Penulis: Alex
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved