Kubu Ical Klaim Rapimnas Digelar dengan Dukungan JK dan BJ Habibie
Rapimnas tersebut akan digelar di bawah kepengurusan Golkar hasil Munas Riau 2009 dan ditujukan sebagai pintu masuk ke munas rekonsiliasi.
TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Pengurus Partai Golkar pendukung Aburizal Bakrie mengklaim sudah mendapat dukungan dari dua senior Golkar, Bacharuddin Jusuf Habibie dan Jusuf Kalla, untuk menggelar rapat pimpinan nasional pada 23-25 Januari 2016.
Rapimnas tersebut akan digelar di bawah kepengurusan Golkar hasil Munas Riau 2009 dan ditujukan sebagai pintu masuk ke munas rekonsiliasi.
"Kesepakatan Ketua Umum Aburizal Bakrie dengan Pak Habibie dan Pak Jusuf Kalla kemarin itu, penyelenggaraan rapimnas ini adalah hasil Munas Riau di mana di dalamnya ada kubu Agung Laksono," kata Wakil Bendahara Umum Partai Golkar hasil Munas Riau, Bambang Soesatyo, di Kompleks Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/1/2016).
Pertemuan Aburizal dan Kalla untuk meminta restu penyelenggaraan rapimnas ini berlangsung di rumah dinas Wakil Presiden pada Selasa (19/1/2016) malam. Malam sebelumnya, kata Bambang, Aburizal sudah terlebih dahulu menemui Habibie.
"Kalau nanti dalam rapimnas ada keputusan menyelenggarakan munas dari dua per tiga DPD I yang hadir, maka kepanitiaannya haruslah kepanitiaan hasil Munas Riau di mana ada kubu Ancol dan kubu Bali," ucap Bambang.
Sekretaris Fraksi Golkar di DPR tersebut memastikan, restu Kalla dan Habibie ini tak ada hubungannya dengan keputusan Mahkamah Partai Golkar (MPG) membentuk tim transisi.
MPG telah menunjuk Habibie sebagai pelindung tim transisi. Adapun Jusuf Kalla sebagai Ketua tim tersebut. MPG meminta tim transisi untuk menggelar munas rekonsiliasi.
"Baik Habibie maupun Pak JK menyadari bahwa tim itu tidak ada dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga sehingga akan melahirkan masalah baru. Makanya, Pak JK dan Pak Habibie meng-endorse rapimnas ini menjadi pintu masuk untuk menyelesaikan persoalan yang ada di Partai Golkar," ucap Bambang.
Belum lama ini, Jusuf Kalla menolak jika Munas Partai Golkar hanya dimonopoli oleh kelompok pendukung Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie.
"Tidak, tidak (Aburizal), tetapi Riau (hasil Munas Riau). Di Riau, kan, selain ada Aburizal, juga ada Agung (Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Riau). Jadi, Agung juga harus ikut (kepanitiaan munas)," ujar Kalla kepada pers saat ditanya apakah panitia Munas Golkar akan didominasi kubu Aburizal, Rabu (20/1/2016) petang.
Menurut Kalla, kepanitiaan Munas Partai Golkar juga tidak dilakukan oleh tim transisi. "Tentunya juga yang menyelenggarakan munas adalah Golkar hasil Munas Riau. Itu lebih tepat," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/akbar-tanjung-ok_20160105_150203.jpg)