Selasa, 7 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

'Pas Jumpa Kepala Desanya, Ia Meladeni Kami Sambil Mengasah-asah Celurit'

"Pas kami jumpa kepala desanya, ia meladeni kami sambil mengasah-asah celurit. Sempat takut kami. Kami tidak paham kondisi daerah situ," katanya

Editor: harismanto

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penertiban aset tidak semudah mencari alamat untuk menagih utang. Banyak rintangan dihadapi pegawai Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Riau untuk menelusuri keberadaan aset milik pemerintah provinsi.

Dalam BPKAD sendiri ada 16 orang yang ditunjuk untuk menginventarisir seluruh aset milik Pemprov Riau, mulai dari rumah dinas, tanah, gedung, kendaraan dan sebagainya. Mereka ini merupakan tenaga-tenaga muda yang ditunjuk langsung Kepala BPKAD.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Administrasi Aset BPKAD Riau Tengku Rigabrimayuda mengungkapkan, ia bersama tim sudah bekerja sejak bulan Mei 2015 lalu keliling ke seluruh kabupaten dan kota di Riau mencari keberadaan aset untuk didata ulang.

"Kami berangkat ke daerah terus dan harus meninggalkan keluarga, istri dan anak. Yang kami tuju ke daerah itu alamatnya belum tentu jelas dan masih meraba-raba," papar Tengku kepada Tribun di Pekanbaru, Selasa (19/1/2016).

Pengalaman yang menggelikan saat melakukan inventarisir aset di Indragiri Hilir, mencari satu persil tanah milik pemerintah provinsi Alamatnya hanya Tembilahan. Sehingga tim harus berhari-hari berkeliling mencari keberadaan aset tersebut.

"Alamatnya tidak jelas. Kami harus bertanya sama orang-orang yang tua disana. Tentu saja menghabiskan waktu lama,"ujarnya.

Akhirnya ketemu juga dengan lahan yang dicari, yang ternyata dikuasai kepala desa setempat karena tidak pernah diurus Pemprov Riau.

"Pas kami jumpa kepala desanya, ia meladeni kami sambil mengasah-asah celurit. Sempat takut kami. Kami tidak paham dengan kondisi daerah situ. Kami semua masih muda. Akhirnya setelah lama ngobrol dan minum kopi dengan bapak itu, akhirnya tuntas juga tugas kami melakukan inventarisir aset tanah itu,"ujarnya.

Di Kuala Enok, pemburu aset Pemprov Riau naik kapal untuk mencari alamat yang tidak jelas itu. "Jadi banyak alamat aset itu tidak jelas, ada alamatnya cuma nama kecamatan, seperti di Rumbai. Jadi kami harus banyak cari tahu sama orang-orang tua di daerah itu," ujar Tengku.

Bahkan alamat lokasi aset di Pekanbaru sendiri banyak yang tidak jelas. Seperti pengalaman mereka mencari aset dengan alamat Jalan S Amin. Tim sudah mencari berhari-hari di Jalan SM Amin Arengka II, tapi tak juga ditemukan. Akhirnya setelah mencari informasi ke orangtua dulu-dulu, ternyata SM Amin yang dimaksud adalah Jalan Sariamin di belakang Hotel Pangeran.

Pemburu aset ini diberikan tugas oleh Plt Gubernur melalui Kepala BPKAD untuk menuntaskan dan menertibkan seluruh aset yang ada di Provinsi Riau. Karena sebagaimana diketahui banyak aset selama ini tidak terurus bahkan diserobot orang tidak bertanggungjawab.

Bahkan sebelumnya Plt Gubernur meminta kepada seluruh Satker menuntaskan permasalahan aset di tahun 2015 lalu. (TRIBUN PEKANBARU CETAK/uha)

Apa saja aset Pemprov Riau yang masih ditempati orang lain? Baca Selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi HARI INI. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved