Setelah Gabung Gafatar David Bekerja di Kalimantan
David Zarkasih (23) diduga ikut organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Ia mengenal organisasi tersebut dari seseorang warga Rumbai, Pekanbaru
Penulis: Budi Rahmat | Editor: M Iqbal
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Budi Rahmat
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - David Zarkasih (23) yang diduga kuat ikut organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) mengenal organisasi tersebut dari seseorang yang bernama Thamrin di Wilayah Rumbai, Pekanbaru.
Menurut pengakuan Murniati (44), anaknya tersebut sejak sembilan bulan lalu bekerja di perusahaan sawit di Tapung, Kabupaten Kampar. Pada Agustus 2015 David minta izin bekerja di Pontianak, Kalimantan Barat tepatnya di PT Nusantara yang bergerak di bidang sawit.
Selama di Pontianak, David terus memberikan kabar dan menyebutkan dirinya tinggal di camp perusahaan tersebut. Namun pada Desember 2015, David menghilang dan sampai kini tidak ada kabar.
Terpisah, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Aries Syarief Hidayat mengungkapkan, sampai kini pihaknya terus melakukan pemantauan terkait informasi tersebut. Menurutnya organisasi Gafatar di Pekanbaru sudah lama bubar.
"Kita sudah selidiki dan informasinya sudah kembali ke masyarakat biasa. Dari pemeriksaan mantan-mantan dari organisasi tersebut, mereka diajak dan dipengaruhi. Karena ketidak tahuan paham tersebut dengan mudah diterima," pungkas Aries.
Ia mengimbau agar warga segera melaporkan jika ada organisasi maupun aliran pemahaman yang menyimpang,
David Zarkasih (23) warga Jalan Paus, Gang Jambu, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru diinformasikan bergabung dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Informasi tersebut didapat Tribunpekanbaru.com dari pihak kepolisian berdasarkan pengakuan Murniati (44) orang tua dari David.
Dari keterangan Murniati, anaknya tersebut selama di Pekanbaru aktif dalam organisasi Gafatar. Itu dipastikan dari atribut yang dikenakan. David sering terlibat dalam setiap aksi sosial mengatasnamakan organisasi tersebut.
Informasi tersebut dibenarkan oleh Kanit Intel Bukit Raya, AKP Daud. Menurutnya, informasi awal adanya warga Pekanbaru yang bergabung dengan Gafatar disampaikan oleh personel Babinkamtibmas. Selanjutnya informasi tersebut langsung direspon dengan menelusuri kediaman David.
"Kita sudah bertemu dengan orang tua yang bersangkutan dan menggali informasi terkait dugaan anaknya ikut dengan organisasi Gafatar. Kita juga sudah mengamankan atribut warna orange yang bertuliskan Gafatar, " terang Daud. (*)
Baca Selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/david-warga-pekanbaru-diduga-gabung-gafatar-1_20160121_144120.jpg)