Breaking News:

Hati-hati! Sejumlah Makanan Ini Mengandung Sianida

Sianida adalah sejenis senyawa yang dalam dosis tertentu bisa sangat mematikan

foto/net
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sekarang ini lagi ramai diperbincang soal racun sianida, setelah seorang wanita terpapar sianida melalui kopi yang diminumnya. Apa sih sebenarnya sianida?

Sianida adalah sejenis senyawa yang dalam dosis tertentu bisa sangat mematikan. Center for Desease Control and Prevention (CDC) di AS menyebutkan, ada beberapa makanan yang secara alami menghasilkan racun sianida atau senyawa racun yang menjadi cikal-bakal sianida atau jenis racun lainnya.

Inilah makanan yang banyak dikonsumsi dan ternyata mengandung racun:

Kacang-kacangan
Kacang-kacangan dianggap sebagai makanan kesehatan dan banyak digunakan untuk campuran sup atau dimasak tersendiri dengan bumbu tertentu. Kacang-kacangan juga cenderung menjadi makanan pokok penganut vegetarian, karena kaya nutrisi seperti serat, protein, karbohidrat, folat, dan zat besi. Tapi sebagai bagian dari pertahanan alami mereka, kacang-kacangan juga dilengkapi dengan sejumlah besar senyawa lektin - yang berfungsi sebagai insektisida atau pembunuh serangga alami. Senyawa ini juga bisa berakibat buruk bagi manusia jika kita salah cara mengolahnya.

Kacang merah mentah, misalnya, mengandung racun phytohaemagglutinin yang dapat menyebabkan mual ekstrim diikuti oleh muntah, sakit perut, dan diare dalam waktu tiga jam setelah mengonsumsinya.

Atau kacang lima yang mengandung linamarin, yang setelah dikonsumsi dan dimetabolisme tubuh akan menjadi sianida.

Cara menetralisir kandungan racun di dalam kacang merah dan lima adalah dengan merebusnya selama minimal 10 menit di dalam suhu mendidih. Merebus kacang merah di bawah suhu mendidih hanya akan mengintensifkan racun di dalamnya.

Almond
Umumnya dianggap sebagai kacang, almond sebenarnya termasuk golongan biji-bijian. Almond mentah rasanya pahit dan mengandung sianida alami. Bahkan, banyak orang mengatakan bahwa sianida berbau seperti almond mentah.

Menggigit dan mengunyah almond mentah dengan cara apapun akan mengaktifkan kandungan sianida di dalamnya. Makan sesedikit 4-5 buah almond pahit akan menyebabkan pusing, mual, dan kram perut, menurut sebuah studi 1982 kasus yang menimpa seorang wanita berusia 67 tahun di AS. Akibat ketidaktahuan akan efek almond pahit, dia mengonsumsinya sebanyak lebih dari 12 buah. Bisa ditebak, 15 menit kemudian, nenek ini mengalami sakit dan kram perut yang parah, lalu pingsan di kamar mandi. Meskipun dia selamat, dia sudah pernah sangat dekat dengan kematian.

Almond pahit telah dilarang dijualbelikan di AS, namun almond manis diperbolehkan karena jauh lebih aman untuk dikonsumsi. Cara terbaik untuk mengonsumsi almond adalah membeli yang sudah diolah di dalam kemasan dan berlabel aman dikonsumsi menurut badan kesehatan setempat.

Halaman
12
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved