Breaking News:

Ahok Bakal Kirim Atlet Latihan di Negara Sister City

Ketika ada perhelatan olahraga, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), barulah atlet itu kembali ke Jakarta.

KOMPAS.com/Kurnia Sari Aziza
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Pangkoops AU I Marsekal Muda Agus Dwi Putranto, saat groundbreaking pembangunan GOR dan mess bagi prajurit TNI AU, di Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (23/10/2015). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, atlet-atlet di Ibu Kota seharusnya dikirim ke negara-negara yang menjalin hubungan kerja sama sister city dengan Jakarta.

Dengan demikian, hubungan kerja sama sister city ini tidak sekadar formalitas di atas kertas saja.

"Atlet-atlet Jakarta enggak usah ikut pelatnas atau pelatda, tapi langsung dikirim saja tuh sekolah di sister city," kata Basuki, di Balai Kota, Selasa (26/1/2016).

Contohnya, olahraga yang diunggulkan di Moskwa, Rusia, seperti gulat atau catur. Pemprov DKI Jakarta mengirim atlet Ibu Kota untuk sekolah gulat atau catur di Moskwa selama tiga tahun.

Ketika ada perhelatan olahraga, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), barulah atlet itu kembali ke Jakarta.

"Atletnya kami biayai sekolah dan tinggal sana. Kalau juara, klubnya kami kasih duit," kata Basuki.

Hal ini, lanjut dia, merupakan konsep untuk menyiapkan atlet potensial dari Jakarta. Sebab, atlet dari DKI Jakarta jarang menerima medali emas ketika mengikuti perhelatan olahraga internasional.

"Dengan memanfaatkan sister city, kamu enggak perlu lagi kirim orang untuk tanding ke luar negeri. Kamu kirim saja (atlet) di negara sister city yang pernah juara dunia apa dan kami kirim atlet kita ke situ," kata Basuki. (*)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved