Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Terancam Kehadiran Golkar, PKB Minta Jatah Partainya Tak Berkurang

Ia menilai, dukungan dari Partai Golkar bisa menambah kekuatan politik. Walaupun, hal ini akan membuat kekuatan oposisi

Editor:
KOMPAS / HERU SRI KUMORO
Ketua Umum Partai Golkar terpilih Aburizal Bakrie dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai terpilih Akbar Tandjung bersama anggota formatur dan Ketua DPD I Golkar saat Munas IX Golkar di Nusa Dua, Bali, Rabu (3/12/2014). Ical, sebutan Aburizal Bakrie, terpilih secara aklamasi untuk memimpin Golkar periode 2014-2019. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding meyakini, bergabungnya Partai Golkar ke pemerintahan tidak akan mengurangi jatah menteri dari partainya.

Menurut dia, masih banyak pos lain yang bisa diberikan untuk Golkar.

"Masih banyak yang bisa dikurangi yang lain," kata Karding di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/1/2016).

Karding menyambut baik bergabungnya Partai Golkar ke barisan pendukung pemerinahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Ia menilai, dukungan dari Partai Golkar bisa menambah kekuatan politik. Walaupun, hal ini akan membuat kekuatan oposisi menjadi lemah sehingga kekuatan check and balances berkurang.

"Tapi bagi kami pendukung pemerintah senang-senang saja karena pemerintah kuat, kita enggak capek. Soal jatah-jatah Pak Jokowi saya kira proporsional, siapa bekerja siapa yang tidak bekerja," ujar Anggota Komisi III DPR ini.

Sekarang, lanjut Karding, situasi politik akan sangat tergantung dengan kepiawaian Jokowi mengkonsolidasikan kekuatan.

Jika koalisi yang gemuk dapat dikontrol dengan baik, maka kerja pemerintah bisa berjalan dengan baik pula.

"Teorinya semakin banyak dukungan semakin baik bagi presiden," kata dia.

Dapat jatah

Sebelumnya, Bendahara Umum Partai Golkar hasil Munas Bali Bambang Soesatyo mengklaim pihaknya menerima sinyal akan mendapatkan jatah menteri.

"Sinyal-sinyal kan sudah lama. Sinyal dari istana lah," kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/1/2016).

Meski dukungan ke pemerintah baru dideklarasikan dua hari lalu, menurut Bambang, sinyal ini sudah datang saat Golkar kubu Aburizal mulai membuka opsi bergabung dengan pemerintah, awal Januari lalu.

Namun, dia enggan menyebutkan siapa orang Istana yang memberikan sinyal itu. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved