Senin, 13 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Dibanding PPP, Golkar Lebih Berpeluang Dapat Kursi Menteri Jokowi

Menurut Heri, pemerintah membutuhkan dukungan nyata di parlemen. Partai Golkar memegang peranan kuat di DPR.

Editor:
KOMPAS / HERU SRI KUMORO
Ketua Umum Partai Golkar terpilih Aburizal Bakrie dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai terpilih Akbar Tandjung bersama anggota formatur dan Ketua DPD I Golkar saat Munas IX Golkar di Nusa Dua, Bali, Rabu (3/12/2014). Ical, sebutan Aburizal Bakrie, terpilih secara aklamasi untuk memimpin Golkar periode 2014-2019. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golkar baru-baru ini menyatakan dukungannya terhadap pemerintah. Dukungan tesebut kerap dianggap sebagai bargaining untuk mendapatkan kursi di kabinet.

Direktur Eksekutif Polcomm Institute, Heri Budianto, mengatakan, dalam urusan berebut kursi, Partai Golkar lebih unggul dibandingkan PPP.

"Menurut saya jika lihat peta politiknya, PPP bisa tidak dapat tambahan kursi selain Menag (Menteri Agama). Sebab Golkar akan sangat dipertimbangkan oleh Presiden untuk masuk," kata Heri saat dihubungi, Sabtu (30/1/2016).

Menurut Heri, pemerintah membutuhkan dukungan nyata di parlemen. Partai Golkar memegang peranan kuat di DPR.

Di samping itu, Golkar merupakan partai yang berpengalaman di pemerintahan. Heri menilai Golkar akan lebih siap mendukung program pemerintah ketimbang PPP.

"Politisi Golkar lebih siap pasang muka mendukung program-prohram pemerintah, termasuk yang tidak di populer," kata Heri.

Dari Koalisi Merah Putih (KMP), Partai Amanat Nasional telah terlebih dahulu merapat ke pemerintah, disusul Partai Golkar dan PPP. KMP yang merupakan perkumpulan parpol oposisi kini tinggal menyisakan Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved