Kasihan, PKS Ditinggal PPP dan Golkar
PKS, kata Hidayat, tetap akan menjadi partai penyeimbang pemerintah. Peran itu sudah dipertimbangkan oleh majelis PKS.
TRIBUNPEKANBARU.COM, BALI - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid tak ambil pusing dengan PPP dan Golkar yang menyatakan dukungannya kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Hidayat Nur Wahid mengatakan, partainya istiqomah atau ikhlas.
Dengan kata lain, PKS tidak mempermasalahkan PPP dan Golkar gabung ke pemerintahan.
PKS, kata Hidayat, tetap akan menjadi partai penyeimbang pemerintah. Peran itu sudah dipertimbangkan oleh majelis PKS.
Hidayat menjelaskan, PKS sudah berpengalaman menjadi partai penyeimbang di pemerintahan. Contohnya, saat PKS menjadi oposisi pada pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.
"Kita sudah pengalaman, kalau Golkar belum punya pengalaman di luar pemerintahan. Waktu Megawati jadi presiden, PKS lah satu-satunya partai di luar pemerintahan," ujar Hidayat di Kuta, Bali, Sabtu (30/1/2016).
Dengan adanya partai di luar pemerintahan, kata Hidayat, membuktikan Indonesia negara yang berdemokrasi. Yang terpenting, meski di luar pemerintahan, PKS tetap bisa memaksimalkan peran check and balance dalam pemerintahan. (*)