Di Daerah Eks Gafatar Akan Diberikan Lapangan Pekerjaan

Di kabupaten/kota, 50 eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (gafatar) asal Riau akan dipekerjakan lewat kegiatan di masing-masing dinas terkait.

Di Daerah Eks Gafatar Akan Diberikan Lapangan Pekerjaan
TribunPekanbaru/MelvinasPriananda
Sejumlah mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) saat tiba di Pekanbaru, Senin (8/2/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Budi Rahmat

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Di kabupaten/kota, 50 eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (gafatar) asal Riau akan dipekerjakan lewat kegiatan di masing-masing dinas terkait.

Menurut Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau Syarifuddin AR, hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi eks gafatar menjadi tidak ada kejelasan saat tiba didaerahnya.

"Sejak dipulangkan, mereka (eks gafatar.red) sudah mengeluh. Mulai dari pekerjaan yang tidak ada, tempat tinggal yang tidak jelas. Kenyataan itu semakin diperparah dengan identitas kependudukan yang tidak jelas pula," terang Syarifuddin, Jum'at (12/2/2016).

Kondisi itulah yang kemudian menjadikan Dinsos harus memutar otak agar eks gafatar tidak menjadi liar.

"Selama dipekanbaru diberikan pembinaan. Jadi setelah dipulangkan ke daerah masing-masing, mereka juga harus tetap terkondisikan. Mulai dari tempat tinggal sampai pekerjaan, " terangnya.

Rencana yang paling logis dilakukan adalah dengan mempekerjakan eks gafatar melalui kegiatan dibeberapa dinas. Seperti dinas perindustrian dan perdagangan, dinas koperasi, pertanian, perikanan.

"Mereka bisa diberikana lapangan pekerjaan dari program pemberdayaan dari masing-masing dinas tersebut. Setidaknyaitu sangat membantu agar eks gafatar tetap merasa memiliki masa depan yang jelas," pungkas Syarifuddin.

‎Kepastian pemulangn eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (gafatar) asal Riau ke kabupaten/kota kemungkinan besar dilakukan pada hari Senin (15/2/2016) nanti.

Saat ini pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota guna memfasilitasi kepulangan eks gafatar.

"Sampai kini 50 eks gafatar masih diinapkan di rusunawa Pekanbaru. Mereka masih akan mendapatkan pembinaan sembari kita pastikan kepulangan pada senin nanti," terang Syarifuddin, Jum'at (12/2/2016).

Dikatakannya, penundaan pemulangan eks gafatar ke kabupaten/kota disebabkan karena pihak kabupaten/kota harus melakukan pendataan ulang.

"Jadi kita juga harus memikirkan bagaimana kelanjutan mereka saat di kabupaten/kota. Sebab, mereka ada yang tidak punya rumah dan tidak jelas bagaimana pekerjaannya, " terang Syarifuddin. (*)

Baca Selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Penulis: Budi Rahmat
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved