Ini Permintaan Menteri Tjahjo Saat Serahkan 3 Satwa Langka ke BKSDA
Benda-benda antik yang dikoleksinya terdiri dari berbagai macam keris, tombak, dan lainnya.
TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku legawa menyerahkan satwa awetan koleksinya kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Kini, ia berharap BKSD dapat merawat dengan baik koleksinya satwa awetannya itu.
"Saya baik-baik saja kalau seluruh satwa yang diawetkan bisa dirawat BKSDA," kata Tjahjo, saat dihubungi, Rabu (17/2/2016).
Tjahjo menuturkan, dirinya kini masih bisa merawat koleksi benda-benda antik selain koleksi satwa awetan.
Benda-benda antik yang dikoleksinya terdiri dari berbagai macam keris, tombak, dan lainnya.
"Masih banyak barang-barang antik koleksi saya yang perlu perhatian dari saya untuk merawatnya," ungkap Tjahjo.
Tjahjo menyerahkan satwa awetan koleksinya kepada BKSDA Jakarta dan BKSDA Semarang pada Senin (15/2/2016).
Adapun jenis awetan koleksinya yang diserahkan itu adalah 4 harimau, 1 macan tutul, dan 2 beruang madu.
Mantan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan ini menuturkan, dirinya memiliki satwa awetan hanya untuk koleksi pribadinya saja.
Irma Herawati, aktivis Wildlife Conservation Society sebelumnya mengkritik Tjahjo. Ia prihatin, UU No 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya tak dijalankan atau tak diketahui pejabat sekelas menteri.
Tak heran, berbagai kasus tumbuhan-satwa liar, termasuk kepemilikan satwa awetan dilindungi, selalu minim sanksi hukum.
"Ini bentuk ketidaktahuan atau ketidakpedulian," katanya.
Ia berharap langkah Tjahjo mengembalikan satwa awetan ke BKSDA diikuti pejabat lain yang mengoleksi, termasuk jika ada pejabat eksekutif, legislatif, dan yudikatif. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/satwa-thajo_20160217_103942.jpg)