FOTO : Pengemis 13 Tahun Pura-pura Cacat Raup 151 Ribu Dalam Dua Jam

Bocah 13 tahun berinisial S terjaring razia dan didata di Dinas Sosial dan Pemakanan (Dinsospem) Pekanbaru, Senin (22/2/2016).

FOTO : Pengemis 13 Tahun Pura-pura Cacat Raup 151 Ribu Dalam Dua Jam - bocah-pengemis-pura-pura-cacat_20160222_152026.jpg
TribunPekanbaru/TheoRizky
Modus S adalah dengan melipat satu kakinya kebelakang sehingga terlihat seperti diamputasi atau cacat, hal ini dilakukan untuk menarik rasa kasihan pengguna jalan,
FOTO : Pengemis 13 Tahun Pura-pura Cacat Raup 151 Ribu Dalam Dua Jam - bocah-pengemis-pura-pura-cacat-ok_20160222_152045.jpg
TribunPekanbaru/TheoRizky
Modus S adalah dengan melipat satu kakinya kebelakang sehingga terlihat seperti diamputasi atau cacat, hal ini dilakukan untuk menarik rasa kasihan pengguna jalan,
FOTO : Pengemis 13 Tahun Pura-pura Cacat Raup 151 Ribu Dalam Dua Jam - bocah-pengemis-pura-pura-cacat-ok1_20160222_151706.jpg
TribunPekanbaru/TheoRizky
Modus S adalah dengan melipat satu kakinya kebelakang sehingga terlihat seperti diamputasi atau cacat, hal ini dilakukan untuk menarik rasa kasihan pengguna jalan,
FOTO : Pengemis 13 Tahun Pura-pura Cacat Raup 151 Ribu Dalam Dua Jam - bocah-pengemis-pura-pura-cacat-1_20160222_151729.jpg
TribunPekanbaru/TheoRizky
Uang hasil mengemis yang didapat oleh S. Modus S adalah dengan melipat satu kakinya kebelakang sehingga terlihat seperti diamputasi atau cacat, hal ini dilakukan untuk menarik rasa kasihan pengguna jalan,

Laporan Fotografer Tribun Pekanbaru: Theo Rizky

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bocah 13 tahun berinisial S terjaring razia dan didata di Dinas Sosial dan Pemakanan (Dinsospem) Pekanbaru, Senin (22/2/2016). Bocah yang diamankan saat menjadi pengemis di Simpang Empat Pasar Pagi Arengka Pekanbaru tersebut sudah berkali-kali terjaring razia yang dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinsospem Pekanbaru, bahkan sempat dilakukan pembinaan, namun ia masih tetap kembali lagi ke jalanan.

Menurut pihak Dinsospem, S sudah enam tahun menjadi pengemis bahkan orang tuanya yang menjadi koordinator. Modus S adalah dengan melipat satu kakinya kebelakang sehingga terlihat seperti diamputasi atau cacat, hal ini dilakukan untuk menarik rasa kasihan pengguna jalan, pada saat itu, sebelum terjaring razia S sudah meraup Rp 151 ribu dalam waktu dua jam. Pihak Dinsospem Pekanbaru berharap agar masyarakat tidak memberikan bantuan kepada gelandangan dan pengemis (Gepeng) di jalanan untuk menekan angka keberadaanya. (*)

Penulis: TheoRizky
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved