Tour de Kilometer Nol Sabang Trio Lisoi

Rasa Minang di Pintu Masuk Serambi Mekah

Teuku Tuan ini diceritakan sebagai orang suci yang menyelamatkan penduduk Tapak Tuan zaman dulu dari amukan dua ekor naga berkat kesaktiannya

Rasa Minang di Pintu Masuk Serambi Mekah
Facebook/Tasman Jen
Trio Lisoi ditraktir Pak zakir anak angkat Pak Agus Adjam di Blang Pidie, Keude Linteung, Seunagan Timur, Nagan Raya, Aceh. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tiga kakek pesepeda asal Pekanbaru yang menamai kelompok mereka dengan Trio Lisoi sangat terkesan dengan keramahtamahan penduduk Nangroe Aceh Darussalam. Misi mencapai kilometer nol di Sabang, Aceh, menjadi lebih mudah.

Tepat waktu azan Salat Ashar berkumandang, Kamis (4/2/2016), saya (Tasman Jen, 60), Yosef P Situmorang (66), Abasri Piliang (59) serta dua rekan lainnya, Gozy Abdullah dan Ucup, tiba di pertigaan jalan menjelang perbatasan Sumatera Utara-Nangroe Aceh Darussalam (Aceh).

Jika berbelok ke kanan menuju Kota Medan. Sesuai rencana awal, kami berbelok ke kiri menuju Banda Aceh via Subulusalam. Setiba di batas kota Sidikalang, kami mencari tempat menginap di sebuah masjid.

Kami diizinkan bermalam dan pagi harinya dilepas oleh jamaah Masjid Amaliah, di Jalan Air Bersih yang sebagian besar Jamaah Tablig dengan penuh keramahan dan persahabatan.

Jalan provinsi menuju Aceh yang kami lewati pagi itu masih sepi. Hanya satu dua kendaraan seperti angkutan umum dan truk yang melintas di Desa Sibande, Kabupaten Pakpak, Sumut. Pakpak terlihat beda dengan Kabupaten Dairi yang didominasi gereja dan kuburan suku Batak di sepanjang jalan.

Begitu memasuki Pakpak, terlihat beberapa masjid dan penduduk wanitanya berpakaian muslim. Menurut Opung Yosef, meski bahasa penduduk Pakpak terdengar seperti bahasa Batak, tapi sama sekali berbeda. Di desa terakhir perbatasan Pakpak, yakni Desa Tanjung Mulia kami melihat sebuah gapura selamat datang di Propinsi Aceh, negeri berjuluk Serambi Mekah.

Sementara di spanduk yang melintang terbaca selamat datang di Provinsi Alabas. Informasi yang saya dapat Provinsi Alabas sedang diusulkan sebagai provinsi pemekaran di Aceh. Alabas adalah kependekan dari Aceh Leuser Antara Barat Selatan.

Menjelang memasuki Kota Subulusalam, kami makan siang di rumah makan sederhana milik Ajo Rudi asal Pariaman saat matahari sudah condong ke barat. Sudah hampir malam, kami meminta izin untuk menumpang di rumah makan Ajo Rudi.

Ternyata ajo yang baru berusia 28 tahun ini senang sekali kami mau bermalam di tempatnya. Kami berlima diberi satu ruangan berdinding kayu dibelakang warung sederhananya. Meski sangat sederhana, bagi kami serasa seperti hotel bintang lima. Betapa tidak, kalau mau makan atau ngopi tinggal pesan.

Sabtu (6/2) pagi kami meninggalkan Kota Subulusalam diiringi hujan rintik. Trek kali cukup menantang, penuh jalan bergelombang dan menerobos belantara hutan Bukit Barisan. Cuaca hari itu memang kurang bersahabat, reda sebentar kemudian hujan deras turun lagi.

Halaman
123
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved