Tour de Kilometer Nol Sabang Trio Lisoi

Trio Lisoi Berhasil Tiba di Kilometer Nol Sabang

Tiga kakek pesepeda asal Pekanbaru akhirnya menggapai impian menjejakkan kaki di titik paling barat Indonesia.

Facebook/Tasman Jen
Tiga kakek pesepeda asal Pekanbaru, Tasman Jen (60), Yosef P Situmorang (66), dan Abasri Piliang (59), serta dua rekan lainnya, Gozy Abdullah dan Ucup, akhirnya menggapai impian menjejakkan kaki di titik paling barat Indonesia. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tiga kakek pesepeda asal Pekanbaru, Tasman Jen (60), Yosef P Situmorang (66), dan Abasri Piliang (59), serta dua rekan lainnya, Gozy Abdullah dan Ucup, akhirnya menggapai impian menjejakkan kaki di titik paling barat Indonesia.

Pagi yang indah kurasakan. Kalau diizinkan Allah SWT sebentar lagi kami akan meraih impian menduduki ujung Indonesia paling barat. di titik Kilometer Nol Sabang. Kawan-kawan sibuk memisah barang yang akan dibawa dan yang akan dititip di rumah Pak Yusuf, seolah-olah mereka tidak pernah merasa capek. Heri Santi, sahabat gowes dari Aceh sudah menjemput dan akan mengantar kami ke Dermaga Ferry Uleleu.

Pada Sabtu (13/2/2016), tepat pukul 07.00 WIB, kami keluar rumah di udara yang cerah. Sepeda kami menggelinding lagi di jalan mulus Kota Serambi Mekah ini. Lalu lintas sudah mulai ramai dengan kendaraan anak sekolah dan masyarakat untuk beraktivitas di akhir pekan itu.

Dulu saya, Tasman Jen, permah ke Uleelheu sewaktu jadi relawan Bulan Sabit Merah. Bencana tsunami telah memporak-porandakan dan meratakan rumah penduduk dengan tanah, serta menjadi tumpukan sampah. Mayat-mayat yang bergelimpangan sudah tidak sanggup lagi untuk dikumpulkan waktu itu. Tapi sekarang kami datang sebagai turis dan sangat bersyukur melihat perubahan, dengan bangunan baru dan penataan makin rapi dan bersih.

Kami beli tiket ke Pulau Sabang seharga Rp 25 ribu per orang dan Rp11.500 untuk satu sepeda. Kapal berangkat dari Uleelheu pukul 11.10 WIB, lalu kami mencari tempat yang nyaman di ruangan duduk. Penjual makanan hilir-mudik di depan kami. Musik dangdut terus mengalun. Turis lokal lebih berpenampilan rapi, kadang lebih ‘manja’ dan parlente.

Dari tampilan dan tingkah penumpang, menunjukkan banyak di antaranya sebagai turis lokal ke Pulau Sabang. Beberapa terlihat juga turis asing atau backpacker yang biasanya mencari penginapan murah meriah dan belanja irit. Pakaian agak kumal dan seadanya. Sedangkan kami sendiri termasuk semrawut, seadanya dan kategori gelandangan lokal...he..he. Sampai di Pelabuhan Balohan Sabang pukul 13.12 WIB. Cari makan siang di luar pelabuhan seharga Rp 15 ribu, prasmanan pakai ikan goreng.

Sebuah peta Sabang Weh Island sebagai pedoman, kami mulai perjalanan menuju Kilometer Nol. Tanjakan lebih kurang 3 km ke arah Aneuk Laot. Kemudian meluncur tajam, di kiri terlihat danau laut tawar Aneuk Laot. Lalu tanjakan lagi merayap ke Krueng Raya dan di sebelah kanan dari puncak terlihat Kota Sabang dengan pelabuhannya.

Kami susuri terus sisi barat jalan, rolling terasa tidak habis-habisnya. Setiap melihat tanjakan tajam ada perasaan ciut di hati. Perasaan bosan karena lapisan bukit yang rasanya tidak pernah selesai. Selalu ada lagi bukit dengan tanjakan berikutnya.

Kadang-kadang kawan tidak percaya diri apakah masih di trek yang benar atau sudah nyasar. Aku tidak memperkirakan trek yang begitu ekstrem dengan tanjakan yang menjulang dan seakan tidak habis-habisnya. Di tanjakan daerah ujung Batemeutiyeng, tiba-tiba rantai sepeda Ucup putus. Kami tertahan kira-kira 15 menit untuk perbaikannya.

Aku mendengar kumandang azan Ashar di daerah Gapang dan jarak tempuh baru 17 km. Berarti 12 km lagi titik nol dengan medan yang masih di pegunungan. Kami memutuskan untuk mencari penginapan di Gapang Beach. Kami masuk gerbang Gapang Beach di pinggir pantai yang bersih. Di sisi jalan kanan berderet cottage dan bungalow, aku menanyakan harga cottage ternyata Rp 400 ribu per malam. Kawan-kawan langsung terdiam, lesu, karena terasa mahal untuk ukuran kantong kami.

Halaman
1234
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved