Breaking News:

Jadikan Pulau Rupat Sebagai Pusat Wisata Riau

Riau merupakan provinsi yang ke sepuluh diadakanya Bimtek ini. Tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan daya saing usaha pariwisata.

Penulis: | Editor: Muhammad Ridho
Tribunpekanbaru/Zul Indra
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan ekonomi kreatif melakukan Kegiatan Advokasi Tata Cara Pendaftaran Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau di Hotel Grand Zury, Tanggal 25 hingga 27 Februari kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Zul Indra

TRIBUNPEKANBARU.COM - Guna meningkatkan pariwisata Riau, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan ekonomi kreatif melakukan Kegiatan Advokasi Tata Cara Pendaftaran Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau di Hotel Grand Zury, mulai tanggal 25 hingga 27 Februari kemarin.

Asdep Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata RI, Agus Priyono MM, didampingi Kabid Bina Wisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kratif Riau, Yulisma mengatakan, acara bimtek tersebut merupakan kegiatan yang strategis untuk menghadapi MEA yang berlaku secara efektif sejak awal 2016.

Dijelaskannya, untuk memenangkan persaingan MEA, kata kuncinya adalah Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Selain itu TDUP juga diperlukan dalam rangka penerapan sanksi usaha wisata yang tidak melaksanakan sertifikasi. Oleh karena itu, TDUP merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan sertifikasi usaha pariwisata dalam rangka peningkatan daya saing usaha.

Dikatakannya, peserta Advokasi standar usaha adalah perwakilan dari anggota Komisi DPRD Kabupaten dan Kota se Riau yang membidangi pariwisata, Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Dinas pariwisata se Kabupaten dan Kota di Riau, SKPD Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) se Riau dan bagian hukum pemerintah kabupaten dan Kota se Riau.

"Riau merupakan provinsi yang ke sepuluh diadakanya Bimtek ini. Tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan daya saing usaha pariwisata dalam menghadapi MEA. Dimana setiap karyawan yang bekerja di tempat usaha pariwisata harus memiliki sertifikasi, agar kinerjanya sesuai dengan standar MEA,"paparnya.

Agus menambahkan, suatu destinasi wisata akan bisa berkembang jika ada pelaku usaha wisata di dalamnya. Sebagai contoh jika suatu lokasi wisata dibangun hotel atau tempat kuliner yang memuaskan, maka bisa dipastikan para wisatawan akan berniat kembali mengunjungi tempat itu.

"Di Indonesia ini ada 222 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang memiliki potensi wisata menjanjikan. Salah satunya adalah Pulau Rupat yang berada di Bengkalis. Rencananya di sana akan Kita buat kawasan ekonomi pariwisata. Kita bakal tarik wisatawan dari malaka, sehingga menjadikan Rupat sebagai pusat pertumbuhan pariwisata. Namun untuk mewujudkan hal itu, harus didukung oleh semua stakeholder yang ada di Riau ini,"tuturnya. (*)

Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved