Breaking News:

Warga Desa Sungai Ubo Tolak Pertambangan oleh PT Samantaka

Aktifitas pertambangan yang dilakukan oleh PT Samantaka di Desa Sungai Ubo, Desa Pauhranap mendapat penolakan oleh warga setempat

Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: Sesri
TribunPekanbaru/ByntonSimanungkalit
Aktifitas pertambangan PT Samantaka di Desa Sungai Ubo, Kecamatan Peranap, Inhu. Senin (29/2/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Bynton Simanungkalit

TRIBUNPEKANBARU.COM, PERANAP - Aktifitas pertambangan yang dilakukan oleh PT Samantaka di Desa Sungai Ubo, Desa Pauhranap, Kecamatan Peranap, Indragiri Hulu (Inhu) mendapat penolakan oleh warga setempat. Sebabnya adalah ganti rugi lahan yang tidak jelas.

Menurut sejumlah warga yang ditemui Tribunpekanbaru.com, pihak perusahaan tidak pernah bertemu langsung dengan warga untuk menjelaskan soal harga ganti rugi.

"Mereka masuk ke sini hanya izin dari kepala desa," ucap Aritonang salah satu warga Desa Sungai Ubo, Senin (29/2/2016).

Hal yang sama juga diakui oleh sejumlah warga lainnya. Seperti yang dialami oleh Suwondo, yang meminta ganti rugi lahan seluas 5,5 hektar miliknya dengan harga 250 juta per hektarnya.

"Saya maunya 250 juta per hektarnya, namun karena didatangi terus jadi saya jual 2 hektar dengan harga 60 juta Rupiah per hektarnya," ucap Suwondo.

Sementara itu, kekhawatiran warga semakin besar ketika beberapa minggu lalu perusahaan tersebut melakukan aktifitas pertambangannya. Kekhawatiran mereka adalah lahan mereka runtuh akibat kerukan pada lokasi pertambangan tersebut.

Oleh karena itu warga meminta agar aktifitas pertambangan batu bara tersebut dihentikan hingga adanya kejelasan soal ganti rugi lahan. (*)

Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved